nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Nilai Tuntutan JPU untuk Aman Abdurrahman Sudah Sangat Matang

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 22:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899965 dpr-nilai-tuntutan-jpu-untuk-aman-abdurrahman-sudah-sangat-matang-gt8QwLQWqn.jpg Aman Abdurahman (foto: Antara)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Taufiqulhadi menilai tuntutan hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah sangat matang untuk terdakwa dalang bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman. Apalagi salah satu pertimbangannya adalah karena menimbulkan banyak korban jiwa.

"Tuntutannya menimbang perbuatannya menimbulkan korban jiwa yang sangat besar itu sudah dipertimbangkan matang-matang," jelas Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Menurut Taufiqulhadi hukuman mati memang pantas didapatkan Aman lantaran perannya bukan hanya pelaku tetapi juga aktor intelektual. Politikus Partai NasDem ini bahkan mengatakan dalam KUHP, hukuman mati sah diberikan kepada orang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, apalagi dengan jumlah yang banyak.

"Jaksa mengatakan dia akan menghukum mati, dia ini pelaku utama, tuntutan daripada jaksa itu tidak bisa kita katakan salah. Sah saja. Karena kita memegang KUHP yang ada sekarang ini maka hukuman mati ini dibenarkan," tuturnya.

 Aman Abdurahman

Taufiqulhadi pun berharap majelis hakim bisa memvonis Aman dengan hukuman paling berat sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

"Nanti kita lihat saja kan ada hakim," ungkapnya.

Sebelumnya terdakwa dalang bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman dituntut hukuman mati karena dinyatakan terbukti jadi penggerak aksi teror di Indonesia. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa Aman orang yang harus bertanggung jawab di balik beberapa teror.

 Aman Abdurahman

Jaksa menyebutkan bahwa Aman merupakan penggagas, pembentuk dan pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang diklaim sebagai teroris berafiliasi ke ISIS. Menurut Jaksa, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut jaksa, dalam setiap aksi didalangi Aman mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat. Bahkan menghilangkan masa depan seorang anak-anak. JPU dalam amar tuntutannya memohon majelis hakim agar "menjatuhkan pidana Aman Abdurahman dengan pidana mati."

Jaksa menyatakan Aman terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kemudian Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini