nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putra Eks Rais Aam PBNU dan Dirjen Kemendes Diangkat Jadi Stafsus Presiden

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 337 1898619 putra-eks-rais-aam-pbnu-dan-dirjen-kemendes-diangkat-jadi-stafsus-presiden-ScMATuUCf1.jpg Seskab Pramono Anung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Putra mantan Rais Aam PBNU almarhum KH Sahal Mahfudz, Abdul Ghofar Rozin diangkat menjadi salah staf khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nantinya, Ghofar akan bertugas mendampingi Kepala Negara dalam kegiatan ke pesantren-pesantren.

"Ketika beliau berkunjung ke pondok pesantren, madrasah, butuh latar belakang yang memahami," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Selain Ghofar, diketahui Presiden Jokowi juga menunjuk Vice President (VP) Corporate Communication PT Telekomunikasi Selular Adita Irawati menjadi Stafsus Presiden bidang komunikasi. Pramono menerangkan, Aditia yang memiliki pengalaman di korporasi diharapkan dapat memperbaiki pola komunikasi di kementerian dan lembaga.

"Adita harus menyampaikan kepada publik tergantung perintah presiden. Secara prinsip, Adita diminta untuk melakukan pembenahan komunikasi, terutama di kementerian dan lembaga," ujarnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi juga mengangkat Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Pedesaan Ahmad Erani Yustika sebagai Stafsus Presiden di bidang ekonomi, serta Siti Dhzu Hayatin sebagai staf khusus di bidang keagamaan internasional.

Pramono menjelaskan, pertimbangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu memilih Erani lantaran memahami masalah dana desa. Apalagi, pemerintah telah menggelontorkan dana desa mencapai Rp60 triliun pada tahun ini.

"Beliau memahami masalah dana desa sehingga diperlukan, selain berkaitan ekonomi, adalah bagaimana dana desa meningkat, sekarang Rp60 triliun, itu ada pakar di bidang itu," ujarnya.

Pengangkatan stafsus ini ditetapkan melalui keputusan presiden (Keppres) dan sudah ditandatangani Presiden Jokowi. Mereka dipastikan sudah mulai bekerja sejak Keppres itu dikeluarkan.

"Keppres sudah ditandatangani dan berlaku. Enggak perlu dilantik. Sudah mulai kerja, kemarin koordinasi dengan Mensesneg dan saya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini