nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ulama Sebut UU Antiterorisme & Pembubaran HTI Selamatkan Umat Islam

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 337 1898546 ulama-sebut-uu-antiterorisme-pembubaran-hti-selamatkan-umat-islam-FRNsCtmNuo.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Islam merupakan salah satu agama, yang diakui di Indonesia, sementara dalam buku ideolog Hizbut Tahrir (HT) Taqiyuddin An-Nabhani, Islam disebut mabda atau ideologi.

Menurut Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, agama itu menyangkut berbagai aspek kehidupan yang luas, sementara idologi hanya soal politik saja. Dengan dijadikannya Islam sebagai ideologi oleh HTI, maka HTI telah mengesampingkan berbagai aspek kehidupan yang harusnya disinari agama.

"Ketika HTI dibubarkan, saya pribadi sangat mendukung. Terbukti di PTUN bahwa argumentasi kelompok yang setuju HTI dibubarkan itu lebih kuat dan lebih ilmiah," ungkap Kiai Taufik, Selasa (16/5/2018).

Soal Yusril Ihza Mahendra yang mau menjadi lawyer HTI, Kiai Taufik tak mengetahui secara pasti apa motifnya. "Mungkin ini ya, jangan-jangan karena dia punya partai yang hampir tidak lolos itu yang suaranya juga tidak signifikan untuk dijadikan alat untuk untuk mengusung dirinya menjadi Presiden atau Wakil Presiden tentu dia berharap orang-orang HTI akan mendukung, mungkin saja," urai Taufik.

Lebih lanjut Taufik menerangkan, dengan pemerintah membubarkan HTI, bukan hanya sekedar menyelamatkan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, tapi sejatinya menyelamatkan Islam itu sendiri, karena HTI telah membajak Islam sebagai agama justru dijadikan ideologi.

"Ini adalah pembajakan yang luar biasa. Inilah bid'ah sesungguhnya," tegas Taufik.

Alumni Al-Azhar Kairo ini mengatakan bahwa orang yang terpapar virus ideologi seperti HTI akan menjadi ekstrem dan radikal yakni tidak mau menerima perbedaan, menolak Pancasila, pemerintahnya dianggap 'toghut', serta anti-demokrasi.

"Jadi, jika HTI menolak demokrasi maka mereka telah melanggar kesepakatan bernegara yang telah disepakati oleh ulama dan elemen nasionalis lainnya. Apalagi ingin menolak Pancasila dan ingin menggantinya dengan khilafah yang diklaim sebagai dakwah Islam, padahal tidak ada sama sekali dalilnya dalam Islam," beber Taufik.

Dia kemudian, menjelaskan soal terorisme yang marak belakangan ini, pemerintah harus bertindak setegas-tegasnya bahkan terhadap mereka yang menyebarkan benih-benihnya.

"Pemerintah harus tegas. Dalam hal ini Presiden Jokowi harus segera membuktikan bahwa negara ini kuat untuk memberantas terorisme. Tak ada alasan lagi bagi DPR menunda pengesahan revisi UU Anti Terorisme. Harus segera disahkan karena keadaan sudah mendesak. Aksi teror sudah sedemikian bengis dan terbuka. Jika terlalu lama, saya mendukung presiden segera mengeluarkan Perppu," pungkas Taufik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini