nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW Minta Polisi Antisipasi "Serangan Balas Dendam" Teroris di Sidang Aman Abdurrahman

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 11:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 337 1898448 ipw-minta-polisi-antisipasi-serangan-balas-dendam-teroris-di-sidang-aman-abdurrahman-zs21uWa8hg.jpg Ketua Presidium IPW, Neta S Pane (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Wacth (IPW) Neta S Pane menilai jajaran kepolisian perlu mendeteksi dini dan mengantisipasi serta melakukan pagar betis menjelang sidang tuntutan tokoh teroris Aman Abdurrahman di PN Jaksel yg rencananya berlangsung Jumat mendatang.

“Antisipasi maksimal ini perlu dilakukan agar tidak ada celah bagi teroris untuk melakukan serangan balas dendam saat sidang tokoh JAD tersebut,” kata Neta kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).

Neta mengatakan, berdasarkan dari data IPW mulainya sidang Aman Abdurahman dilaksanakan pada Jumat 11 Mei 2018. Tetapi ditunda dikarenakan adanya kerusuhan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob. Sehingga Polri perlu untuk mencermati hal ini.

“Bagaimana pun Polri perlu mencermati dan mengantisipasinya mengingat serangan berturut-turut di Surabaya kemarin dilakukan teroris jaringan JAD Jawa Timur,” ujar Neta.

Meski Polri sudah melakukan pencegahan dengan bergerak cepat melakukan langkah melalui penggerebekan terhadap terduga teroris. Berdasarkan info yang diperoleh olehnya saat ini pergerakan para teroris yg berasal dari jaringan yg semula tidur masih terjadi.

“Pergerakannya makin agresif pasca rentetan teror bom di Surabaya dan menjelang sidang tuntutan Aman Abdurahman. Para teroris itu seakan mendapat support moral pasca teror bom di Surabaya,” tegas Neta.

Diketahui, Sidang tuntutan terhadap terdakwa kasus bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang digelar pada 11 Mei lalu resmi ditunda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta agar majelis hakim PN Jaksel menunda sidang tuntutan Aman karena ada kendala teknis. Majelis pun menyimpulkan bahwa sidang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2018.

 

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini