Bom Bunuh Diri Gunakan Anak-Anak, Kapolri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Nurul Arifin, Okezone · Senin 14 Mei 2018 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 14 337 1898041 bom-bunuh-diri-gunakan-anak-anak-kapolri-ini-pertama-kali-di-indonesia-LuoRmhMqbo.jpg Kapolri Tito Karnavian (Foto: Antara)

SURABAYA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo berasal dari anggota JAD Surabaya. Mereka menggunakan motif baru dengan menggunakan anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri.

"Ini baru pertama kali di Indonesia dengan menggunakan anak-anak untuk melakukan bom bunuh diri," kata Kapolri di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Ia juga menjelaskan, di Irak dan Syiria motif bom bunuh diri dengan menggunakan anak-anak bukan hal yang baru. Namun, kondisi di Surabaya dan Sidoarjo ini adalah hal yang baru.

Lebih jauh Kapolri menjelaskan, identitas pelaku pengeboman di Tiga Gereja di Surabaya diketahui pelaku bernama Dita dan melakukan serangan bunuh diri mengajak istri dan 4 orang anaknya. Mereka tewas saat melakukan aksi tersebut.

"Kami telah kroscek data bahwa Pelaku Bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya adalah 1 keluarga dan 1 KK. Keluarga Dita ini adalah jaringan JAD Surabaya," jelas Tito.

Pun demikian dengan ledakkan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo adalah 1 keluarga. Insiden tersebut adalah kecelakaan. Pasalnya, keluarga Anton ini belum sempat beraksi namun bom sudah meledak di rumahnya, Rusun Wonocolo Blok B Lantai V nomer 2.

"Di Sidoarjo setelah diperiksa adalah 1 keluarga. Dalam insiden tersebut Anton, istrinya dan seorang anaknya tewas. Sedangkan tiga anaknya lagi masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara," jelasnya.

Motif dari serangan ini adalah balas dendam karena pimpinan mereka Aman Abdurahman dari JAD pusat ditangkap oleh pihak kepolisian terkait juga tindakkan terorisme. Termasuk juga pimpinan JAD Cabang Jawa Timu bernama Zainal Ansori, juga ditangkap.

"Serangan ini tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Ini adalah murni gerakkan terorisme," jelas Tito.

Sebelumnya, Surabaya juga diteror bom di tiga gereja yang berbeda, yakniGereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI Diponegoro, dan GPPS Arjuno, Minggu (13/5/2018). Akibat kejadian tersebut, 14 orang tewas dan 43 lainnya luka-luka.

Tak hanya itu, pada malam harinya, jam usai bom kembali meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Selanjutnya, pagi tadi Bom kembali meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini