nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR: RUU Terorisme Sudah 99 Persen Siap Disahkan, tapi...

Badriyanto, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 07:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 337 1897919 ketua-dpr-ruu-terorisme-sudah-99-persen-siap-disahkan-tapi-wycTd74bRD.jpg Ketua DPR Bambang Soesatyo (Wahyu/Antara)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta DPR RI segera mensahkan Revisi Undang-Undang (RUU) Terorisme menyusul maraknya aksi teror dalam sepekan terakhir. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, RUU Terorisme sudah 99 persen rampung dibahas dan siap dibawa ke sidang paripurna.

Namun, kata dia, pemerintah justru meminta agar pengesahan RUU tersebut ditunda karena belum ada kesepakatan mengenai definisi terorisme. Padahal, UU itu penting sebagai payung hukum untuk mengoptimalkan penanggulangan terorisme.

Hal itu disampaikan Bamsoet menyusul adanya desakan dari publik termasuk Kapolri agar RUU Terorisme disahkan menyusul adanya tragedi kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dan bom bunuh diri di Surabaya.

"DPR sebenarnya 99 persen sudah siap ketuk palu sebelum reses masa sidang yang lalu. Namun pihak pemerintah minta tunda karena belum adanya kesepakatan soal definisi terorisme," kata Bamsoet kepada wartawan, Minggu (13/5/2018).

 

RUU Terorisme memang sempat menimbulkan pro-kontra terutama terkait wacana melibatkan TNI dalam penanggulangan terorisme. Ada pihak mendukung TNI dilibatkan karena dalam kesatuan militer kini memiliki unit-unit antiteror bahkan di tiap-tiap matra. Tapi, ada juga pihak yang menentang karena dikhawatirkan bisa melampaui kewenangan militer.

Bamsoet menegaskan, begitu definisi teroris itu disepakati maka DPR segera mengesahkan RUU Terorisme menjadi undang-undang pada masa sidang mendatang. "Jika pemerintah sudah sepakat tentang definisi terorisme, RUU Terorisme bisa dituntaskan pada masa sidang mendatang," tutur politikus Golkar itu.

Sementara Ketua Presidium Indonesian Police Wacth (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tragedi kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang kemudian disusul peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya tidak ada hubungannya dengan RUU Terorisme.

Dalam UU yang lama sudah dikelas bahwa TNI diperbantukan kepada Polri untuk turut membantu memberantas teroris dan bentuk ancaman keamanan lainnya di Indonesia.

 

Polisi berjaga di area ledakan bom di gereja Surabaya (Antara)

Berkaitan dengan maraknya kasus terorisme belakangan ini karena memang para teroris memindahkan sasarannya ke polisi sehingga terjadilah kericuhan di Mako Brimob, dari tragedi itu kemudian memancing teroris lainnya untuk membalas dendam dengan melakuk amaliah penyerangan di gereja Surabaya.

"Saya kira tidak ada kaitan dengan itu (RUU Terorisme) karena di UU sudah jelas TNI itu diperbantukan, jadi diperbantukan untuk membackup Polri memberantas gangguan keamanan," kata Neta kepala Okezone. (sal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini