nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW: Sebelum Serangan Bom di Surabaya, Intelijen Sudah Deteksi Pergerakan Teroris

Badriyanto, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 07:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 14 337 1897915 ipw-sebelum-serangan-bom-di-surabaya-intelijen-sudah-deteksi-pergerakan-teroris-R5WMcLEUDa.jpg Penjinak bom menyisir lokasi gereja di Surabaya (Antara)

JAKARTA – Aksi teror beruntun terjadi di Indonesia dalam sepekan terakhir. Setelah kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, kemarin serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya menewaskan 13 orang. Malam tadi, bom terduga teroris meledak di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Polisi dinilai kecolongan dalam mengantisipasi.

Ketua Presidium Indonesian Police Wacth (IPW) Neta S Pane mengatakan, insiden teror yang terjadi secara beruntun terkesan kepolisian sedang tidak berdaya menghadapi serangan terorisme.

Menurut Neta, sebelum terjadi peristiwa ledakan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya sebenarnya intelijen sudah mencium pergerakan para teroris. Setidaknya ada 57 orang dari berbagai daerah diduga teroris yang terdeteksi sedang menuju ke Jakarta untuk melakukan serangan.

"Pergeseran ini berhasil dipantau intelijen tapi kelompok Suki dari Cirebon belakangan berhasil menghilang dari radar intelijen," kata Neta kepada Okezone, Senin (14/5/2018).

 

Penjagaan di Mako Brimob, Depok usai rusuh napi terorisme (Antara)

Kemudian aparat kepolisian membuat pagar betis untuk mengantisipasi serangan dari 57 terduga teroris tersebut. Dan beberapa diantaranya berhasil diciduk oleh jajaran Polda Metro Jaya, namun sebaliknya malah pagar betis milik Polda Jawa Timur kebobolan sehingga penyerangan dialihkan ke Surabaya.

"Sayangnya Polda Jawa Timur kebobolan dan para teroris beraksi di tiga gereja menyerang masyarakat yang sedang beribadah," terang Neta.

Neta mengingatkan kepolisian khususnya bidang intelijen agar meningkatkan kepekaannya, deteksi dini serta melakukan antisipasi sejak dini. Pasalnya, kasus serangan bom bunuh diri di tiga lokasi sekaligus di Surabaya tak terlepas dari kelengahan jajaran Polda Jawa Timur.

"Soalnya, pasca-kerusuhan di Rutan Brimob kalangan intelijen sudah melihat adanya pergerakan jaringan teroris. Pergerakan itu makin masif pada Jumat siang hingga malam hari di mana kalangan intelijen menyebutkan adanya 57 anggota teroris dari enam daerah bergeser, terutama ke Ibukota," katanya.

 

Polisi usai menggeledah rumah pelaku teror bom Surabaya (Antara)

Sebagaimana diketahui, peristiwa bom bunuh diri itu terjadi pada Minggu 12 Mei kemarin di tiga gereja, yakni gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Pante Kosta, Jalan Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro. Dan ada 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 43 orang luka-luka akibat serangan tersebut.

Malam tadi, bom meledak di Rusun Wonocolo yang diduga terkait bom Surabaya juga menewaskan tiga orang sekeluarga. Bom itu diduga meledak setelah dirakit pelaku.

 

(sal)

Berita Terkait

Ledakan di Gereja Surabaya

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini