Share

BIN: Kerusuhan di Mako Brimob Tak Ganggu Stabilitas Keamanan Nasional

Chyntia Sami Bhayangkara, Okezone · Kamis 10 Mei 2018 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 10 337 1896653 bin-kerusuhan-di-mako-brimob-tak-ganggu-stabilitas-keamanan-nasional-w1aMtS9oRl.jpeg Kepala BIN Budi Gunawan saat memberi kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (Istimewa)

DEPOK – Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat menewaskan enam orang yang lima di antaranya polisi. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyatakan bahwa kerusuhan dilakukan narapidana terorisme pada Selasa 8 Mei 2018 malam tersebut tidak akan mengganggu stabilitas keamanan nasional.

“Kerusuhan di Mako Brimob secara teritorial adalah kerusuhan domestik dalam lingkup yang bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan gangguan stabilitas keamanan nasional,” kata Budi, Kamis (10/5/2018).

Meski demikian, Budi mengaku bahwa tindakan perlawanan yang dilakukan oleh 156 napi teroris terhadap polisi mengisyaratkan jika terorisme adalah ancaman laten yang terus terjadi dan harus segera ditangani secara tegas dan tuntas.

Menurut Budi, para teroris tersebut lahir dari cara berpikir dan cara pandang yang intoleransi. Kemudian, berawal dari intoleransi itu muncul tindakan-tindakan radikal dan berujung pada tindakan terorisme.

Penjagaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok (Antara)

Untuk itu, Budi mengingatkan kepada semua pihak untuk dapat meningkatkan kewaspadaan guna memperkuat ketahanan nasional. “Kita tidak boleh memberikan ruang sekecil apapun bagi menguatnya intoleransi. Kita harus meningkatkan kewaspadaan sebagai bagian dari cara efektif untuk memperkuat ketahanan nasional,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, dalam kerusuhan ini sebanyak 156 narapidana (napi) teroris melakukan penyanderan terhadap 9 anggota Polri. Dari 9 orang yang disdandera tersebut, 5 anggota Polri gugur, sedangkan 4 orang lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka.

Operasi penyandareaan dan pembunuhan sadis terhadap sejumlah anggota Polri tersebut berjalan selama 36 jam. Bahkan, para napi teroris tersebut juga sempat menguasai kurang lebih 30 pucuk senjata api hasil sitaan antiteror yang disimpan di Mako Brimob.

 

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini