Jokowi: Sudah 363 Kapal Asing Ilegal Fishing Kita Tenggelamkan!

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 08 Mei 2018 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 08 337 1895877 jokowi-sudah-363-kapal-asing-ilegal-fishing-kita-tenggelamkan-YCXDwDU5tC.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut hingga saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pudjiastuti berhasil menenggelamkan 363 kapal asing sejak awal dirinya memimpin Kabinet Kerja.

Di hadapan ratusan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia, Jokowi berani memastikan tak ada lagi kapal asing yang berani menangkap ikan secara ilegal (ilegal fishing) di perairan Indonesia.

"Kita tahu dalam 3,5 tahun ini KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang dipimpin oleh Bu Menteri Susi (Pudjiastuti) telah menenggelamkan kapal asing ilegal 363, enggak tahu sudah tambah belum," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Sebelum Menteri Susi memerintahkan untuk menenggalamkan kapal, menurut Jokowi terdapat lebih dari 7.000 kapal asing yang melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia.

"Ada 1,2,3 tapi ditangkap lagi, Bu Susi langsung ditenggelamkan," ucap Jokowi.

 Kapal Asing

Meski begitu, Jokowi meminta nelayan untuk tidak lagi menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti jenis cantrang. Ia meminta nelayan harus perlahan beralih jika tidak mau rugi lantaran sulit menemukan ikan akibat rusaknya ekosistem.

"Kita sendiri harus menyadari penggunaan alat tangkap jaring tidak ramah lingkungan harus dalam transisi kita ubah kalau tidak, rugi kita sendiri," jelasnya.

Jokowi menegaskan, pemerintah konsisten meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Ia meminta nelayan untuk tak terpengaruh dengan omongan-omongan pihak tertentu bahwa kebijakan yang dibuatnya dipenuhi banyak kepentingan.

"Akan terus kita kerjakan, konsisten tapi nelayan harus nangkap arahnya ke mana sih arahnya untuk kita sendiri, jangan diplintir, ada yang dikompori, sehingga konsistensi kita ke tujuan jadi terbelokkan karena bisa saja ada unsur politik, ada unsur kepentingan-kepentingan, enggak ada," pungkas Jokowi.

 Kapal Asing

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini