Penyidik KPK yang Menangani Setnov Bersaksi di Sidang Fredrich Yunadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 07 Mei 2018 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 07 337 1895301 penyidik-kpk-yang-menangani-setnov-bersaksi-di-sidang-fredrich-yunadi-ZktxxtYx3u.jpg Penyidik KPK yang menangani Setnov bersaksi di sidang Fredrich Yunadi. (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang dugaan merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto, untuk terdakwa Fredrich Yunadi hari ini. Agenda sidang masih pemeriksaan saksi.

Pada persidangan kali ini, tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi yang merupakan penyidik KPK‎, Rizka Anung Nata. Penyidik lembaga antirasuah tersebut merupakan saksi tambahan di luar Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kami menghadirkan saksi di luar berkas (BAP), penyidik KPK, penyidik Rizka," kata Jaksa KPK, Roy Riady di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).

Menurut Jaksa Roy, Rizka Anung Nata merup‎akan penyidik yang menangani proses penyidikan Setya Novanto. Sehingga, tim Jaksa menilai penyidik KPK tersebut mengetahui alur kronologi penangkapan Setnov.

"Saksi penyidik ini ada kaitannya dengan penyidikan Setya Novanto. Ini memang ‎saksi tambahan," terangnya.

(Baca juga: 7 Celetukan Fredrich Yunadi, Nomor 2 Paling Bikin Heboh)

Selain Rizka Anung Nata, tim Jaksa juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi ahli yakni, Profesor Akmal Taher. Namun, saksi ahli tersebut belum hadir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. "Saksi lainnya masih dalam perjalanan, kemungkinan akan hadir pada Pukul 14.00 WIB," ujar Jaksa Roy.

Fredrich Yunadi.

Fredrich Yunadi didakwa oleh Jaksa KPK menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yang menyeret Setnov.

Fredrich disebut bekerjasama dengan Dokter Rumah Sakit‎ Medika Permata Hijau Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini