nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub: 75% Kecelakaan saat Arus Mudik Dikarenakan Sepeda Motor

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 11:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 07 337 1895242 menhub-75-kecelakaan-saat-arus-mudik-dikarenakan-sepeda-motor-FJQGUx3gMC.jpg Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk tidak mudik menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Pasalnya, tingkat kecelakaan sepeda motor masih tinggi selama arus mudik Lebaran di tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah sudah menetapkan libur dan cuti bersama Lebaran 2018 selama 10 hari. Masyarakat pun sudah bisa mengatur jadwal mudik lebih cepat dari biasanya.

"Hal yang tidak kalah penting, saya lihat mudik Lebaran itu indah, tapi saya mengajurkan tidak menggunakan motor. Dua tahun berturut-turut tercatat rekor kecelakaan itu 75% dikarenakan motor," ujar Budi, di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Masyarakat bisa menggunakan angkutan lain selain sepeda motor, misalnya pesawat, kereta api, kapal laut. Bahkan jika tetap mau membawa motor, bisa menggunakan program motor gratis.

"Jadi alangkah indahnya saya mengimbau jangan menggunakan motor karena bahaya sekali. Gunakan lah yang lain dengan mobil, kereta dan lainnya," tuturnya.

Supaya Lebaran lebih indah, Menhub mengatakan, arus mudik bisa dilakukan lebih awal. Misalnya, bisa membawa anak-anak untuk libur duluan.

"Dari riset yang kita lakukan libur itu preferensinya dua hari dan tiga hari sebelum Lebaran. Hindari itu lakukan sebelumnya jadi terhindar dari kemacetan," tuturnya.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memutuskan tidak ada perubahan terhadap libur dan cuti Lebaran 2018 terhadap perekonomian.

Sebagaimana telah dituangkan dalam SKB tiga menteri pada April lalu, pemerintah sudah menetapkan libur Lebaran, 11-20 Juni 2018. Hal tersebut tidak ada perubahan setelah menimbang dan mendengarkan berbagai aspek mulai dari sosial, ekonomi, dan lainnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini