nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musnahkan 2,6 Ton Sabu, JK: Yang Lolos Masih Lebih Banyak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 14:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 04 337 1894443 musnahkan-2-6-ton-sabu-jk-yang-lolos-masih-lebih-banyak-0bcIS4gSOi.jpg Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat pemusnahan 2,6 ton sabu di Monas, Jakarta, Jumat (4/5/2018). (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)(Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2,647 ton di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sabu itu merupakan hasil sitaan dari kedua institusi, yaitu BNN seberat 1,027 ton dan sitaan Polri 1,620 ton. Pemusnahan tersebut sebagai bentuk transparansi pada publik dan implementasi dari amanah UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam sambutannya, orang nomor dua di Tanah Air itu mengatakan, barang bukti sebanyak itu belum seberapa bila dibandingkan narkoba yang masuk ke bumi pertiwi. Sebab, sudah menjadi rahasia umum kalau Indonesia merupakan surga bagi para bandar narkoba di luar negeri.

"Beberapa yang kira-kira lolos, yang lolos masih lebih banyak, jauh lebih banyak yang tidak tangkap dengan oleh BNN dan kepolisian," kata Jusuf Kalla di lokasi, Jumat (4/5/2018).

(Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat pemusnahan sabu di kawasan Monas, Jakarta, 4 Mei 2018. Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

Politikus senior Partai Golkar itu menambahkan, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan di negeri ini untuk membasmi peredaran narkoba. Sebab, banyaknya narkoba yang dimusnahkan hari ini tak bisa dijadikan acuan kalau negara berhasil memberantasnya.

"Yang lolos pasti bisa lebih banyak maka bahaya tetap mengintai pada generasi muda kita sehingga dibutuhkan kerja sama semua," jelasnya.

Meski begitu, lanjut JK, pihaknya tetap mengapresiasi aparat BNN dan kepolisian yang telah berupaya keras menangkap para bandar narkoba yang bergerak amat lihai untuk menyelundupkan narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengungkapkan, pemusnahan itu berasal dari dua kasus dengan delapan tersangka. Dua kasus tersebut terungkap berkat kerja sama BNN, Bareskrim Polri, TNI, dan Bea Cukai.

(Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat pemusnahan sabu di kawasan Monas, Jakarta, 4 Mei 2018. Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

"Kasus ini terungkap bermula pada awal Oktober 2017. BNN menerima info melalui kerja sama internasional bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia menggunakan kapal laut," ucapnya.

Pada awal Desember 2017, BNN menelusuri informasi ke Australian Federal Police (AFP) bahwa ada kapal yang dicurigai berisi narkoba menuju Australia.

(Baca Juga: Selundupkan 1 Ton Sabu, 3 WN China dan 5 WN Taiwan Diganjar Hukuman Mati)

"Kemudian 21 Desember 2017, AFP menginfokan bahwa pihak otoritas Australia telah berhasil menyita 1,2 ton sabu, namun kapal pembawa (sabu) tidak tertangkap. Diperkirakan kapal yang lolos tersebut masih membawa narkoba hampir 1,1 ton," terangnya.

(Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat pemusnahan sabu di kawasan Monas, Jakarta, 4 Mei 2018. Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

Menurutnya, dengan pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 2,647 ton, setidaknya aparat gabungan telah menyelamatkan lebih dari 13 juta anak bangsa terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

(Baca Juga: Polri Sebut Tersangka 1,6 Ton Sabu Stres)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini