nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AJI: Ada 75 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis, Pelakunya Didominasi Polisi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 13:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 03 337 1894011 aji-ada-75-kasus-kekerasan-terhadap-jurnalis-pelakunya-didominasi-polisi-EtVi5KD3Jj.jpg Ketua AJI Indonesia Abdul Manan (kiri) memaparkan kasus kekerasan terhadap jurnalis (Harits/Okezone)

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat ada 75 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama Mei 2017 hingga Mei 2018. Pelakunya didominasi polisi disusul pejabat pemerintahan.

“AJI mencatat baik dari laporan AJI Kota dan pemberitaan media massa, terdapat 75 kasus kekerasan terhadap jurnalis selama Mei 2017 hingga awal Mei 2018,” kata Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan saat memaparkan laporan ‘Musuh Kebebasan Pers’ dalam rangka Hari Kebebesan Pers Sedunia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut terjadi di 56 kota dan kabupaten dalam 25 provinsi. Kasus paling banyak terjadi di kawasan Indonesia bagian timur. “Seperti di NTT, Sulawesi Selatan, Papua dan NTB,” terangnya.

(Baca juga: Polisi di Timika Mengamuk dan Ancam Wartawan dengan Senjata)

Manan menyebutkan bahwa kekerasan dialami jurnalis mayoritas kekerasan fisik seperti pengeroyokan, penyeratan, pemukulan.

 

Bidang Advokasi AJI Indonesia melaporkan pelaku kekerasan terhadap jurnalis paling banyak dilakukan oleh polisi dengan 24 kasus, disusul pejabat pemerintah atau eksekutif 16 kasus, ormas delapan kasus, warga delapan kasus, TNI enam kasus, Satpol PP lima kasus, dan orang tidak dikenal tiga kasus.

(Baca juga: Jurnalis Okezone Saldi Hermanto Babak Belur Dikeroyok Polisi)

“Sudah bertahun-tahun polisi menjadi pelaku terbanyak kekerasan terhadap jurnalis khususnya di luar Jakarta. Salah satu kasusnya menjadi sorotan termasuk kekerasan oleh anggota polisi di Timika, Papua, kepada wartawan Okezone (Saldi Hermanto) yang berujung pengecaman dilakukan oleh anggota polisi kepada wartawan lainnya,” terang dia.

Manan menuturkan masih tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis mengancam kemerdekaan pers di Indonesia.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini