nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tuntutan Buruh di Aksi May Day 2018, Salah Satunya Terkait TKA

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 28 April 2018 14:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 28 337 1892387 3-tuntutan-buruh-di-aksi-may-day-2018-salah-satunya-terkait-tka-q7lI0YRYlG.jpg Ketua DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Muchtar Pakpahan. (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA – Berbagai serikat buruh yang ada di Indonesia kembali akan melakukan unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei. Tahun ini, para serikat puruh memiliki 3 tuntutan, salah satunya soal tenaga kerja asing (TKA).

Ketua DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Muchtar Pakpahan mengungkapkan, tiga tuntutan buruh pada tahun ini adalah pertama terkait masalah upah yang layak bagi buruh. Mereka akan menyoroti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan yang dianggap belum berpihak kepada buruh sehingga harus dicabut.

Masalah kedua yang akan menjadi tuntutan adalah munculnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Tuntutan terakhir adalah mendesak Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri mundur dari jabatannya.

"Jadi kami akan di situ ber-May Day dengan tiga tema secara nasional tuntutan kami, yaitu tetap cabut PP 78 , Perpres 20 Tahun 2018, ketiga kalau hubungan industrial mau tenang copot Hanif Dakhiri. Karena dia lebih banyak memelihara perselisihan serikat buruh dan mengadu domba serikat buruh," jelas Muchtar usai diskusi Polemik Trijaya FM dengan tema May Day, TKA dan Investasi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018).

(Demo buruh. Foto: Dok Okezone)

SBSI, menurut Muchtar akan menjalankan aksinya di Pelabuhan Tanjung Priuk. Diperkirakan ada sekira 2.000 peserta aksi yang turut serta pada peringatan May Day itu. Mereka beralasan masalah-masalah yang menjadi tuntutan para buruh nanti di May Day banyak terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok. Di antaranya banyak kontrak bermasalah yang dialami para pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami dari SBSI di Pelabuhan Tanjung Priok pintu 9 karena di situ sangat serius masalah yang kita omongin sekarang," tuturnya.

Selain itu, SBSI juga akan menyoroti masalah masih banyaknya pegawai honorer yang bertahun-tahun tak pernah menjadi pegawai tetap. Menurut Muchtar, masalah ini akan terus diawasinya karena sejak era Presiden Soeharto hingga kini tak pernah ada perubahan.

(Demo buruh. Foto: Dok Okezone)

"Dari dulu sejak (zaman) Pak Harto sangat sedikit mengangkat tenaga honorer," pungkas Muchtar.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini