Menteri Siti Manfaatkan Medsos untuk Jaga Lingkungan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 27 April 2018 23:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 27 337 1892297 menteri-siti-manfaatkan-medsos-untuk-jaga-lingkungan-nOehtoURz2.jpeg Menteri Siti Nurbaya (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Dalam menjalankan serangkaian program kerjanya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) coba memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan program-program yang sejalan dengan Nawa Cita di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Medsos juga menjadi bagian strategi sosialisasi Kementerian LHK tentang kebijakan dan sebaliknya penerimaan apsirasi tentang masalah masalah lingkungan dan kehutanan di Indonesia. Masalah lingkungan dan kehutanan termasuk yang menjadi sorotan topik bahasan netizen di Indonesia untuk dibahas di akun media sosial milik netizen.

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, pemanfaatan media sosial ini sejalan dengan ketentuan dalam reformasi birokrasi, antara lain pemanfaatan teknologi informasi (e-Government), strategi komunikasi, manajemen perubahan (change management), manajemen pengetahuan (knowledge management), dan penataan tata laksana (business process).

"Sudah ada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik. Inpres dimaksudkan untuk percepatan penyebaran informasi kepada masyarakat dan mengakomodasi respon atau masukan dari masyarakat mengenai kebijakan pemerintah," ungka Siti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/4/2018).

 

Menteri Siti menerangkan, media sosial Kementerian LHK hadir dalam bentuk website, Twitter (16.847), Facebook (4.993), fanpage, dan Instagram (10.900). Medsos-medsos ini memang dibantu oleh admin, namun Menteri LHK tetap memonitor langsung laporan-laporan yang masuk.

"Untuk isu-isu yang penting, pasti akan langsung ditindaklanjuti seketika. Di KLHK saat ini ada sekitar 20 website dan puluhan medsos lainnya dari 14 Ditjen yang ada. Medsos-medsos ini tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjadi sarana edukasi, hiburan dan jembatan komunikasi dua arah antara masyarakat dengan KLHK. Sehingga komunikasi yang terbangun adalah komunikasi dua arah (publik ke KLHK dan KLHK ke publik)," paparnya.

Media sosial, kata Menteri Siti, sangat penting mengingat luas hutan Indonesia yang 126 juta hektar serta masalah lingkungan termasuk udara, tanah dan air di seluruh wilayah Indonesia yang begitu luasnya. Oleh karena itu sarana media sosial menjadi sangat penting. Semua jajaran KLHK memiliki akun media sosial masing-masing terutama di Instagram. Semua saling terhubung, bekerja sama untuk mensosialisasikan program dan kinerja pemerintah. 

"Pemanfaatan media sosial telah banyak memberikan laporan langsung kepada Menteri LHK dan jajaran, untuk mengambil tindakan dengan lebih cepat dan tepat (quick response). Gambar-gambar (baik video maupun foto) yang diambil di lapangan, dan dishare melalui berbagai grup WA maupun menggunakan media sosial, tidak hanya menjadi saluran informasi baru, tapi juga alat menggerakkan massa publik untuk ikut terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan atau campaign di lingkup kerja KLHK," tuturnya. 

Dia melanjutkan, pihaknya mengapresiasi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna aktif smartphone yang telah memberikan banyak masukan lewat berbagai akun di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, bahkan sampai ke platform lain seperti email dan WhatsApp.  

"Netizen dengan kreativitas yang ada mengirimkan kepada kami laporan-laporan kejadian yang terjadi di lapangan tentang lingkungan hidup dan kehutanan melalui sarana foto dan video. Paling banyak soal kasus hutan dan pencemaran lingkungan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini