nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selundupkan 1 Ton Sabu, 3 WN China dan 5 WN Taiwan Diganjar Hukuman Mati

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 18:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 26 337 1891780 selundupkan-1-ton-sabu-3-wn-china-dan-5-wn-taiwan-diganjar-hukuman-mati-X3gaICGuS3.jpg Tiga terdakwa WN China saat sidang vonis kasus penyelundupan sabu seberat satu 1 ton. Foto Okezone/Badriyanto

JAKARTA - Majelis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan resmi menjatuhkan hukuman mati kepada tiga warga negara asal China karena menyelundupkan 1 ton narkotika jenis sabu.

Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li menyelundupkan sabu melalui jalur Pantai Anyer, Banten.

Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Effendi Mochtar membagi menjadi dua sesi dalam sidang pembacaan amar putusan. Sidang pertama menetapkan Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman mati.

"Menyatakan tiga terdakwa, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li, telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana atau melakukan percobaa pemufakatan jahat, melawan hukum menerima narkotika Golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Dijatuhkan pidana terdakwa tersebut di atas dengan pidana masing-masing dengan pidana mati," kata Effendi Mochtar, Kamis (26/4/2018).

Hakim Effendi mentetapkan barang bukti berupa 51 karung sebagaimana tersebut di atas yang terdiri masing-masing berisi 18 bungkus plastik seberat 948,2 kilogram yang telah dimusnahkan pada saat mendirikan dan disisihkan untuk barang bukti persidangan ini sebanyak 918 gram.

Ia menjelaskan hal yang memberatkan, barang yang diselundupkan itu berbahaya dan menimbulkan masalah besar sehingga sesuai dengan fungsi undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang menyebutkan bahwa narkotika merupakan obat atau bahan yang menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan.

Tidak hanya itu, perbuatan para terdakwa juga terkait jaringan internasional, dapat merusak generasi muda, serta dapat menghancurkan sendi-sendi dan keutuhan NKRI. Sehingga majelis hakim memutuskan tidak ada yang meringankan bagi para pelaku tersebut.

"Keadaan yang meringankan, tidak ada," ujar Effendi.

 

Mendengar vonis hukuman mati itu, para pelaku hanya diam dan pasrah. Majelis Hakim juga telah memberikan kesempatan untuk mengajukan banding. Hanya saja, terdawa dan kuasa hukumnya masih pikir-pikir.

Majelis Pengadilan juga menjatuhkan vonis hukuman mati kepada warga negara Taiwan yang merupakan lima awak kapal Wanderlust yakni Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung.

Kapal Wanderlust yang berbendera Sierra Leone membawa sabu dengan tujuan Pantai Anyer.

"Menyatakan terdakwa Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan dan Tsai Chih Hung telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpan hak atau melawan hukum, menyerahkan narkotika lebih dari 5 gram. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana mati," ujar Hakim Haruno Patriyadi.

Hakim Haruno menegaskan, kelima terdakwa itu divonis mati karena dinilai pembelaan penasihat hukum tidak berdasar dan patut ditolak. Hukuman yang diberikan sama dengan tuntutan JPU.

"Hal yang meringankan yang tidak ada, untuk mepersingkat putusan, dasar hukum yang ada dalam berita acara adalah satu kesatuan dengan keputusan ini," ungkapnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li di Banten lantaran membawa sabu di dalam mobil.

Sedangkan Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan dan Tsai Chih Hung berperan sebagai awak kapal Wanderlust yang ditangkap di Kepulauan Riau ketika hendak mengantar sabu ke Anyer Banten.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini