Direktur RS Medika Permata Hijau Bersaksi di Sidang Fredrich Yunadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 26 April 2018 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 26 337 1891565 direktur-rs-medika-permata-hijau-bersaksi-di-sidang-fredrich-yunadi-DWG5EdJMEG.jpg Direktur RS Medika Permata Hijau. Foto: Antara

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali mengagendakan sidang perkara dugaan merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan kasus korupsi e-KTP, dengan terdakwa Fredrich Yunadi. Agenda sidang kali ini masih pemeriksaan saksi-saksi.

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M. Takdir Suhan memastikan, saksi yang akan hadir pada persidangan kali ini yaitu Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta, Dr. Hafil Budianto Abdulgani beserta dua anak buahnya, D‎r. Mohammad Toyibi dan dr. Djoko Sanjoto Suhud.

"Itu yang sudah fix bisa hadir," kata Jaksa M. Takdir Suhan saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (26/4/2018).

Awalnya, tim Jaksa KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan kontributor televisi swasta‎, Hilman Mattauch. Namun, Takdir mengaku pihaknya belum mendapat konfirmasi lanjutan terkait kehadiran Hilman Mattauch.

(Baca juga: Bimanesh Sebut Setnov Tak Alami Benturan Keras saat Kecelakaan 'Tiang Listrik')

"(Himan) masuk agenda, tapi belum ada konfirmasi (kehadirannya)," pungkasnya.

Sebelumnya, Dr. Hafil Budianto Abdulgani sendiri sudah pernah dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa‎ Dokter Bimanesh Sutarjo. Dalam kesaksiannya, Abdulgani mengaku, perawatan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) di RS Medika Permata Hijau sempat menjadi pembahasan di tingkat para petinggi.

Fredrich Yunadi.

Sebab, terdakwa Bimanesh Sutarjo setelah melakukan kesepakatan dengan Fredrich untuk mempersiapkan tim dokter khusus untuk menangani perawatan Setnov. Padahal, saat itu Setnov sedang diburu KPK.

"Jadi kami begini, semua laporan ini kami bahas di dewan Direktur. Dewan Direktur ini terdiri dari Direktur Utama di Malaysia, kami Direktur RS Medika BSD dan Permata Hijau," kata Dokter Hafil saat bersaksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

(Baca juga: Fredrich Minta Bimanesh Ubah Skenario Medis Setnov)

Fredrich Yunadi didakwa oleh Jaksa KPK menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yang menyeret Setya Novanto (Setnov).

Fredrich disebut bekerjasama dengan Bimanesh Sutarjo. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini