nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KSP: Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 23 April 2018 21:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 23 337 1890569 ksp-kehadiran-dosen-asing-untuk-meningkatkan-kualitas-sdm-indonesia-MA25iZj8KC.jpeg Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko (foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana akan mendatangkan 200 dosen asing guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Diharapkan melalui dosen-dosen asing tersebut dapat berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk membangkitkan iklim pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam hal penelitian.

"Itu sebagai bagian dari kebijakan afirmatif, agar bisa menjadi benchmarking. Karena diharapkan dengan adanya dosen asing, dosen dalam negeri berpikir keras (untuk meningkatkan kualitas diri dan pendidikan tinggi di Indonesia)," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Senin (23/4/2018).

Seperti diketahui Kemenristekdikti berencana untuk mengundang 200 dosen asing bergelar profesor ke sejumlah kampus di Indonesia. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Adapun tujuan utama dari didatangkannya para dosen asing tersebut adalah untuk mempekuat dosen-dosen lokal dalam hal penelitian, yang dinilai masih lemah. Sehingga kebijakan ini diharapkan menambah kualitas dosen lokal dan pendidikan tinggi Indonesia dapat bersaing dengan kampus internasional.

"Kita harus melihat pada konteks yang positif. Jangan jadi bangsa yang serba ketakutan," ujarnya.

Moeldoko memastikan, bahwa kebijakan ini tidak akan mengancam dunia pendidikan maupun para dosen lokal di Tanah Air. "Tujuannya adalah hanya ingin memacu, tidak ada maksud lain. kalau tidak ada pembandingnya, kita akan merasa hebat sendiri," tandasnya.

Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan, rencana untuk mendatangkan para dosen asing tersebut bertujuan untuk mendorong iklim riset dan penelitian bagi perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, secara kualitas dan kuantitas, penelitian dari dosen-dosen lokal masih dinilai sangat kurang.

"Penelitian ini yang harus didorong, meski tidak menutup kemungkinan untuk supervisi. Kedatangan dosen kelas dunia ini mari kita manfaatkan untuk memebangun kultur akademis, kolaborasi riset, dan menciptakan jejaring pengetahuan di dunia. Jadi betul-betul dilihat dari sisi manfaat akademiknya," kata Gufron.

Ia menegaskan, bahwa kehadiran dosen asing tersebut tidak akan mengancam keberadaan dosen lokal. "Bagaimana mau mengancam, jumlah dosen kita 227 ribu, sementara yang kita undang hanya 200 dosen," tegas Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM itu.

Selain itu, lanjutnya, syarat utama dosen yang akan didatangkan adalah berasal dari perguruan tinggi peringkat 100 dunia. Lagi pula, saat ini tercatat 70 proposal dari sejumlah perguruan tinggi yang berkeinginan untuk mengundang dan berkolaborasi dosen asing.

Selain itu, banyak dosen lokal dan perguruan tinggi yang menyambut baik program tersebut. "Ibarat bermain bola, kita mengambil pelatih yang hebat-hebat. Mereka akan transfer teknologi dan jaringan," ungkapnya.

Gufron menjelaskan, bahwa anggaran pemerinth yang akan digelontokan untuk membayar dosen asing itu akan disesuaikan dengan standar yang ada.

"Mereka pada umumnya datang bukan karena memikirkan gaji, mereka lebih kepada ingin berkolaborasi. Karena di Indonesia banyak yang bisa diteliti," jelas Gufron.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, rencana pemerintah untuk mendatangkan 200 dosen asing dapat dilihat sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Sehingga, kebijakan ini dianggap sebagai suatu upata transfer ilmu kepada para dosen lokal dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia.

"Kita harap nantinya transfer ilmu yang terjadi dapat secara maksimal untuk meningkatkan mutu pendidikan kita," ujar Hetifah.

Politisi Partai Golkar itu berharap, pemerintah membuat aturan dan pengawasan yang jelas. Pasalnya, di era globalisasi seperti sekarang ini, proses transfer ilmu sangatlah terbuka.

"Tentunya harus dibarengi dengan aturan yang jelas. Mulai dari izin, proses seleksi, pengawasan, hingga sanksi jika terjadi pelanggaran," harapnya.

Ia menilai, tingginya gaji yang akan diberikan pemerintah terhadap para dosen asing tersebut adalah hal yang wajar. Sebab, jam terbang dari dosen asing ini merupakan profesional yang dapat memberikan banyak nilai tambah dan ilmu kepada para mahasiswanya.

Disisi lain, ia berpesan agar pemerintah dapat terus bertanggungjawab dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik, baik guru maupun dosen, agar memiliki daya saing. Selain mendatangkan dosen asing, pemerintah juga dapat memberikan kesempatan kepada dosen lokal untuk bersekolah di kampus-kampus internasional.

"Pemerintah tidak bisa lepas tangan untuk meningkatkan mutu guru dan dosen. Bisa saja dengan menyekolahkan ke luar negeri, untuk menyerap metodelogi belajar yang baik disana," katanya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini