Setnov Sempat Minta Dirujuk agar Dirawat Dokter Terawan

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 23 April 2018 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 337 1890311 setnov-sempat-minta-dirujuk-agar-dirawat-dokter-terawan-IAKsKiQbZi.jpg Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto. (Foto: Antara)

JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov), sempat meminta dirujuk untuk dirawat oleh Dokter Terawan Agus Putranto saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara pada September 2017.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh dokter RS Premier, Glen S Dunda, yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa kasus menghalangi proses penyidikan kasus korupsi e-KTP, Dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada hari ini.

(Baca: Bimanesh Sebut Setnov Tak Alami Benturan Keras saat Kecelakaan 'Tiang Listrik')

https: img.okeinfo.net content 2018 04 19 337 1888730 fredrich-bilang-ke-bimanesh-status-hukum-setnov-bebas-X5OhWk33J3.jpg

Dokter Bimanesh Sutarjo. (Foto: Antara)

"Dokter Terawan yang dimaksud adalah Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI Terawan," kata Glen, Senin (23/4/2018).

Terkait permintaan itu, dr Glen menyatakan sudah sempat melakukan komunikasi dengan dr Terawan. Bahkan, saat itu dr Glen berencana mengajukan surat rujukan agar Setnov mendapat perawatan atas diagnosis penyempitan saluran pernapasan.

Tetapi kenyatannya, jelas dr Glen, Setnov gagal mendapat perawatan oleh dokter yang terkenal dengan metode "cuci otak" tersebut.

"Akhirnya dia (dr Terawan) menunda. Distabilkan dulu, baru nanti dirujuk ke sana, karena waktu itu jantung Novanto masih bermasalah," ucap dr Glen.

Dalam kasus ini, dr Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Setnov dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menjadi tersangka kasus e-KTP.

(Baca: Fredrich Bilang ke Bimanesh: Status Hukum Setnov Bebas)

Dokter Bimanesh telah melakukan rekayasa kesehatan Setnov bersama pengacara Fredrich Yunadi. RS Medika Permata Hijau pun awalnya menolak permintaan Fredrich yang meminta surat pengantar rawat inap untuk Setnov dengan diagnosis kecelakaan.

Atas perbuatannya itu, dr Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman maksimal kurungan penjara 12 tahun.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini