Bidik Tersangka Kasus Robohnya Jembatan Babat, Polri Gandeng Komite Keselamatan Konstruksi

Badriyanto, Okezone · Minggu 22 April 2018 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 22 337 1889942 bidik-tersangka-kasus-robohnya-jembatan-babat-polri-gandeng-komite-keselamatan-konstruksi-KsWTK5VyOg.jpg Jembatan Babat Roboh, Jalur Lamongan-Tuban Terputus (foto: Avirista Midaada/Okezone)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Komite Keselamatan Konstruksi yang dibentuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk menyelidiki kasus ambruknya Jembatan Babat di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur.

"Kasus jembatan, ini ada Komisi Keselamatan Konstruksi yang mirip KNKT, nanti kita akan koordinasaikan dengan itu," kata Setyo di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/2018).

1 Sopir Truk Tewas Akibat Sisi Barat Jembatan Windang Tuban Runtuh Jembatan Babat, Windang, Tuban Roboh Seorang Sopir Dilaporkan Tewas (foto: Antara)

(Baca Juga: Polri Minta Pemerintah Audit Semua Jembatan di Pulau Jawa)

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, polisi dengan Komite Keselamatan Kontruksi akan berupaya mencari siapa yang harus bertanggung jawab atau tersangka dibalik insiden tersebut. Mengingat, peristiwa itu sampai menelan dua korban jiwa yakni pengemudi truk yang melintas di jembatan tersebut.

"Itu ada yang meninggal, kita selidiki apakah ada yang diminta pertanggungjawaban atau tidak," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Selasa 17 April kemarin jembatan Babat, di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur ambruk, tepatnya sekira pukul 11.00 WIB. Insiden itu mengakibatkan tiga kendaraan jatuh ke dalam sungai dan seorang pengemudi truk dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Setyo juga meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan insiden ambrolnya Jembatan Babat, Tuban sebagai pintu masuk mengaudit jembatan-jembatan lainnya.

Menurutnya, audit itu sangat penting karena banyak jembatan lama yang dilalui oleh kendaraan bermuatan berat atau melebihi kapasitas jembatan saat dibangun. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenhub perlu mengaudit jembatan-jembatan lainnya agar tidak lagi terjadi peristiwa serupa.

Tidak hanya itu, Setyo juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) segera mengambil langkah entah itu memperbaiki atau membuat jembatan alternatif sementara. Mengingat, sebentar lagi akan menghadapi momen mudik Ramadan.

(Baca Juga: 8 Fakta Jembatan Babat yang Roboh, Salah Satunya Sering Bunyi "Kriyek-Kriyek")

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini