nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Obat Ilegal Asal China Marak, DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 337 1889330 obat-ilegal-asal-china-marak-dpr-minta-pemerintah-perketat-pengawasan-7o7p349ghu.jpg Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beredarnya obat-obatan ilegal di Tanah Air harus menjadi catatan bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan. Hal itu menyusul kembali ditemukannya sekira 780 kemasan obat ilegal asal China di toko obat tradisional di Surabaya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, harus ada transparansi dan informasi memadai soal kandungan obat yang beredar di masyarakat. Ia pun meminta pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan perhatian khusus pada obat ilegal dari China.

“Kementerian Kesehatan bersama dengan BPOM untuk melakukan penelitian dalam uji coba laboratorium terhadap obat-obatan ilegal tersebut, guna mengetahui kandungan yang terdapat di dalam obat-obatan tersebut, serta menyampaikan hasil uji coba laboratorium kepada masyarakat secara transparan,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

(Baca Juga: Polisi Sita Ratusan Ribu Obat Kuat di Pintu Masuk Bali)

Obat Ilegal

BPOM, kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, harus rutin melakukan operasi produk-produk obat yang beredar di pasaran. Begitu pula dengan dinas kesehatan, harus berani menindak tegas pemilik toko-toko obat yang menjual obat-obatan ilegal, seperti dengan mencabut izinnya.

Politikus Golkar itu menambahkan, langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk meminimalisir adanya pelanggaran dalam penjualan produk obat-obatan. “Tindak tegas, agar ada efek jera di kalangan pemilik toko obat yang nakal,” tegasnya.

Peran serta masyarakat juga diperlukan, ujar Bamsoet. Misal, dengan memilih toko obat resmi guna menekan peredaran obat ilegal.

“Agar masyarakat membeli obat di tempat pelayanan resmi seperti apotek, rumah sakit, puskesmas, dan klinik sehingga terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan ilegal,” tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini