Bimanesh Sebut Setnov Tak Alami Benturan Keras saat Kecelakaan 'Tiang Listrik'

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 19 April 2018 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 19 337 1888834 bimanesh-sebut-setnov-tak-alami-benturan-keras-saat-kecelakaan-tiang-listrik-VtXHdZaMlI.jpg Bimanesh Sutarjo. (Foto: Antara)

JAKARTA - Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta,‎ Bimanesh Sutarjo mengatakan, mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov) tidak mengalami benturan keras saat terjadinya kecelakaan. Keadaan itu diketahui setelah Bimanesh me‎lakukan pengecekan di RS Medika Permata Hijau Jakarta.

"Saya lihat di luarnya ada beberapa luka lecet di sebelah kiri, di leher segaris dan di lengan. Cuma tiga itu (luka) yang saya lihat, hanya 1,5 cm, jadi ringan bukan benturan yang hebat," kata Bimanesh saat bersaksi untuk terdakwa Fredrich di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Bimanesh menjelaskan, Setnov saat dibawa ke RS Medika Permata Hijau Jakarta dalam keadaan mata tertutup. Tapi, Bimanesh tidak mengetahui dengan pasti apakah Setnov pingsan atau hanya tertidur.

Bimanesh Sutarjo

Tak hanya itu, sambung Bimanesh, muka Setnov juga tampak ditutupi bantal saat dibawa masuk ke ruang VIP. Kemudian, saat dilakukan pemeriksaan ada beberapa kulit Setnov yang terkelupas. "Dan saya bangunkan tanya apa keluhannya, dia bilang 'pusing dok'. Saya bisa katakan dia sadar. Saya periksa dulu ya, dia bilang 'iya silakan dok'," terangnya.

(Baca juga: Fredrich Bilang ke Bimanesh: Status Hukum Setnov Bebas)

Bimanesh kemudian melakukan pengecekan kesehatan dengan memeriksa tensi darah Setnov. Kata Bimanesh, tensi darah Setnov saat itu memang cukup tinggi. "Saya perika tensinya 180/110 tinggi sekali. Ini harus istirahat banyak. (Setnov) hanya mengangguk saja. Itu beresiko tinggi struk dan serangan jantung," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Fredrich didakwa oleh Jaksa KPK menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yang menyeret Setya Novanto (Setnov).

Fredrich disebut bekerjasama dengan Bimanesh Sutarjo. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini