PAN Angkat Bicara Jelaskan Maksud Partai Setan yang Disebut Amien Rais

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 15 April 2018 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 15 337 1886837 pan-angkat-bicara-jelaskan-maksud-partai-setan-yang-disebut-amien-rais-TsVVjegajS.jpg Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, kembali memantik kontroversi melalui pernyataannya yang mendikotomikan partai Allah dan partai setan.

Anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo, memberikan penjelasan mengenai pernyataan Amien tersebut. Menurutnya, pernyataan Amien bukan dimaksudkan untuk menyinggung partai politik tertentu.

"Yang disampaikan Pak Amien itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Bukan dalam konteks parpol," kata Drajad melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (15/4/2018).

Drajad menuturkan, pernyataan Amien tentang partai Allah dan partai setan merujuk pada kata 'hizballaah' dalam surat Al Maidah ayat 56. Berdasarkan Alquran terjemahan Kementerian agama (Kemenag), kata tersebut memiliki arti yaitu 'pengikut agama Allah.'

"Kata 'hizb' ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup atau partai. Namun kata partai ini tidak otomatis berarti partai politik. Al Maidah 56 juga menegaskan bahwa hizballaah itu adalah orang-orang yang menang," ujarnya.

Lawan kata Hizballaah, menurut Drajad, ialah 'hizbasy-syaithoon,' sebagaimana termaktub dalam surat Al-Munaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kemenag, hizbasy-syaithoon diartikan sebagai 'golongan setan.'

"Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al-Maidah 55-56 dan Al Mujaadilah 19. Jadi Pak Amien sama sekali tidak membagi parpol menjadi partai Allah vs partai setan. Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan beliau. Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekedar partai politik," terang Drajad.

Drajad lalu mengutip pernyataan Amien Rais yang memantik kontroversi. "Bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah."

Lihat juga kutipan berikut: "Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan."

Berdasarkan kutipan pernyataan tersebut, Drajad menegaskan apa yang dimaksudkan Amien Rais dengan kata 'partai' yaitu 'kelompok' atau 'golongan/pengikut.'

"Bukan partai politik. Hal ini juga berlaku untuk istilah 'partai besar.' Karena itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya mengajak kita semua melihat hal ini dari kacamata tauhid Islam. Bukan kacamata partai politik. Sehingga, tidak perlu terjadi kontroversi terkait hal ini," ucap Drajad.

Sebelumnya, Amien Rais menyebut PAN, PKS, dan Gerindra sebagai partai yang membela Allah. Dia juga mengatakan, orang-orang yang anti-Tuhan akan bergabung dengan partai besar yang disebut sebagai partai setan. Meski demikian, tak dijelaskan partai-partai yang dimaksud.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, meminta Amien Rais bersikap bijak dan tidak melakukan provokasi melalui pernyataannya. Bahkan, Romy juga meminta semua pihak tidak 'memperkosa' agama untuk kepentingan politik sesaat.

"Sudahlah jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat, kan kemarin agama dan simbol-simbolnya sudah diperkosa sedemikian rupa selama proses politik yang berjalan belakangan ini," tandas Romy, Jumat 13 April 2018.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini