nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1 Tahun Berlalu, Eks Penasihat KPK Desak Pembentukan TGPF Kasus Novel

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 07:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 14 337 1886577 1-tahun-berlalu-eks-penasihat-kpk-desak-pembentukan-tgpf-kasus-novel-aUxn3cnl8H.JPG Novel Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Eks Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mendesak agar Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan segera dibentuk.

Menurutnya, hal tersebut lantaran selama satu tahun kasus ini bergulir belum ditemukan adanya kejelasan dan titik terang dalam kasus tersebut.

"Oleh karena itu, demi mencapai tujuan hukum (ada kepastian hukum, tegaknya keadilan, dan manfaat yang diperoleh masyarakat), maka saya setuju dibentuk TGPF," ujar Abdullah saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Abdullah mengakui, pada awal kejadian, dirinya stidak setuju dengan pembentukan TGPF. Sebab waktu itu, kata dia, masih percaya dengan kapabilitas dan integritas dari kepolisian.

"Apalagi sejumlah fakta di mana ada bom meledak pagi hari, sore atau besok, pelakunya ditangkap. Ada ujaran kebencian dan dianggap bernuansa sara, langsung ditangkap, setidaknya diproses. Itu terjadi terhadap aktivis dan ustadz," papar dia.

(Baca Juga: Aksi Massa Serba Hitam Desak Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan)

Tetapi, sambung Abdullah, setelah setahun, kasus Novel tidak jelas rimbanya, dirinya justru mempertanyakan kembali soal kapabilitas dan integritas dari aparat kepolisian dalam mengungkap kasus teror tersebut.

"Timbul pertanyaan, apakah hal ini disebabkan kapabilitas kepolisian yamg merosot atau integritas penyelidik dan penyidik kepolisian yang merosot atau kedua-duanya sekali," tutur dia.

Menurut Abdullah, dengan dibentuknya TGPF, kinerja kepolisian akan terbantu dalam mengungkap kasus ini. Disisi lain, dia menyatakan, pengungkapan kasus ini justru akan semakin memperbaiki citra dari Instansi Polri.

"Selain dimaksudkan untuk mencapai tujuan hukum, pembentukan TGPF itu juga dimaksudkan untuk membersihkan nama baik instansi kepolisian yang di masyarakat hari ini dianggap sebagai Timses Jokowi," ucap dia.

(Baca Juga: Abraham Samad: TGPF Tak Dibentuk, Kasus Novel Tak Akan Pernah Terungkap!)

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sendiri sudah menginjak satu tahun. Selama itupula, polisi belum mampu mengungkap pelaku, motif ataupun aktor intelektual dibalik aksi yang disebut sebagai teror kepada lembaga penegak hukum itu.

Novel sendiri disiram air keras di wajahnya usai menjalani Salat Subuh di rumahnya pada 11 April 2017 silam. Dia harus mengalami luka serius pada matanya. Bahkan, kini dia harus bolak-balik Jakarta-Singapura untuk menjalani pemeriksaan terhadap indera penglihatannya itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini