nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senin Depan, Novel Baswedan Diagendakan Kembali ke RS Singapura

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 06:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 14 337 1886574 senin-depan-novel-baswedan-diagendakan-kembali-ke-rs-singapura-TbWiSJMZhg.jpg Novel Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diagendakan akan kembali ke Rumah Sakit (RS) Singapura untuk menjalani perawatan lanjutan pada kedua matanya pada Senin 16 April 2018 mendatang.

Novel Baswedan sendiri memang masih terus mendapatkan perawatan pada indera penglihatannya akibat peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April tahun lalu. Oleh karenanya, Novel harus bolak-balik Indonesia-Singapura untuk memperbaiki kedua matanya itu.

"Iya kayaknya hari Senin ya (Novel kembali ke Singapura untuk perawatan matanya)," kata kakak Novel, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Taufik menuturkan, kepergian Novel ke Singapura pada Senin depan adalah untuk pengecekan matanya oleh tim Dokter pasca-operasi tahap II beberapa waktu lalu. Novel menjalani tindakan medis pada mata kirinya yang terbilang mengalami kerusakan cukup parah.

Setelah operasi tahap II itu, mata sebelah Novel sempat mengalami pendarahan. Namun, mata kiri Novel kini sudah dapat melihat benda dengan samar-samar.

"Kontrol rutin pasca-operasi, dokter melihat perkembangannya," tutur Taufik.

(Baca Juga: Aksi Massa Serba Hitam Desak Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan)

Sementara itu, Taufik menyebut, untuk saat ini, kondisi Novel masih dalam keadaan sehat saat berada di Indonesia. Meskipun, masih harus mendapatkan pengobatan pada matanya tersebut.

"Ya Alhamdulillah masih terus perawatan seperti biasa," ucap Taufik.

Sementara itu, terkait dengan hal ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum memberikan respons atas konfirmasi yang dilakukan oleh Okezone.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sendiri sudah menginjak satu tahun. Selama itu pula, polisi belum mampu mengungkap pelaku, motif ataupun aktor intelektual dibalik aksi yang disebut sebagai teror kepada lembaga penegak hukum itu.

Novel sendiri disiram air keras di wajahnya usai menjalani Salat Subuh di rumahnya pada 11 April 2017 silam. Dia harus mengalami luka serius pada matanya. Bahkan, kini dia harus bolak-balik Jakarta-Singapura untuk menjalani pemeriksaan terhadap indera penglihatannya itu.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini