nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amnesty Internasional Sebut Hukuman Mati Tidak Efektif Berantas Narkoba

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 12 April 2018 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 12 337 1885755 amnesty-internasional-sebut-hukuman-mati-tidak-efektif-berantas-narkoba-eHuw7geQcE.jpg Amnesty Internasional saat membeberkan angka kejahatan narkoba di dunia (foto: Fardi/Okezone)

JAKARTA - Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid menyebutkan hukuman eksekusi mati terhadap terpidana perdagangan narkoba dianggap tidak efektif untuk memberantas kejahatan narkotika.

"Klaim Indonesia bahwa mengeksekusi mati terpidana narkoba dianggap tidak berdasar, tidak ada bukti yang menerangkan bahwa hukuman mati adalah media pencegah kejahatan," katanya di kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Berdasarkan data yang dihimpun, Amnesty menghimpun data yang dikutip dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa jumlah kasus narkoba telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Dari data BNN semakin meningkat, bahkan ketika pemerintah telah mengambil garis keras dengan mengeksekusi terpidana karena kejahatan narkoba," ungkapnya.

Ditambahkannya, pada tahun 2016 lalu. Indonesia telah mengeksekusi empat orang yang merupakan terpidana narkoba, saat itu kasus narkotika ada 807 pada tahun 2016 yang sebelumnya hanya ada 638 kasus.

"Jika eksekusi dapat secara efektif mencegah kejahatan seperti yang diklaim oleh pemerintah maka jumlah kasus terkait narkoba pada tahun 2016, seharusnya menurun, tetapi sayangnya justru meningkat secara signifikan," tegasnya.

Menurut Usman, cara yang paling efektif kejahatan narkoba, hanya dengan cara memberikan hukuman cukup dijerat seumur hidup. "Yang lebih efektif hanya seumur hidup penjara," tutupnya.

Untuk diketahui, Fakta yang dapat mematahkan klaim pemerintah, jumlah kasus narkoba malah meroket ke angka 4.6537 pada tahun 2017 atau kenaikan 57 kali lipat yang sebelumnya 807 kasus di tahun 2016.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini