Dinilai Mampu Berkontribusi bagi Pembangunan Bangsa, Bamsoet Dorong Perempuan Berpolitik

Bayu Septianto, Okezone · Kamis 12 April 2018 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 12 337 1885594 mampu-beri-kontribusi-pembangunan-bangsa-bamsoet-dorong-kaum-perempuan-aktif-di-politik-wqzFJxndOr.jpg Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meyakini peran perempuan berpolitik mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan bangsa dan negara.

“Saat ini, masih banyak kaum perempuan yang enggan terjun aktif di dunia politik. Padahal, peran serta kaum perempuan sangat kita butuhkan dalam menyukseskan pembangunan di Indonesia,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Dalam pertemuannya dengan Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) di ruang kerja pimpinan DPR RI, Rabu 11 April, ia menekankan bahwa upaya terus dilakukan untuk mendongkrak keaktifan kaum perempuan. Salah satunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008.

Menurut Bamsoet, dalam undang-undang tersebut mengharuskan partai politik menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam daftar anggota legislatif. Namun, ia melihat keterwakilan perempuan di parlemen masih terbilang minim.

Kendati, persentase perempuan terus dilakukan peningkatan. Misal, di Pemilu 2014, hanya 17,1 persen atau sekira 97 perempuan dari 560 anggota DPR. Ketika ada beberapa pergantian antarwaktu (PAW) hingga awal tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 18,2 persen atau 102 dari 560 anggota DPR.

“Pada pemilu legislatif tahun 2019, setiap partai membutuhkan sekitar 450-500 caleg perempuan. Jumlah tersebut dibutuhkan untuk mencukupi 30 persen keterwakilan perempuan dalam calon anggota legislatif. Harus diakui hingga kini masih banyak partai yang kesulitan memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan dengan caleg yang berkualitas,” ujar politikus Golkar itu.

Pada Pemilu 2019, ia berharap kiprag perempuan di dunia politik terus meningkat. Sehingga ke depan, kesetaraan gender dalam politik bisa terwujud.

Bamsoet berharap pada Pemilu 2019 jumlah perempuan yang berkiprah di dunia politik terus meningkat. Sehingga, diharapkan kesetaraan gender dalam politik bisa segera terwujud, karena tidak boleh menjadi sub ordinat satu sama lain.

“Kaum perempuan dan laki-laki harus mampu berdiri sama tinggi dalam urusan politik. Tidak ada yang boleh menjadi sub ordinat satu dengan lainnya. Kesetaraan gender antara kaum perempuan dan laki-laki harus bisa terwujud dalam semua sendi kehidupan. Termasuk di dunia politik,” pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini