nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Suap Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Diperiksa KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 11:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 12 337 1885578 tersangka-suap-pengadaan-pesawat-garuda-indonesia-diperiksa-kpk-LldHnUwWW8.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia, Soetikno Soedarjo pada hari ini.

Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi (PT MRA) tersebut diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka lainnya yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Soetikno Soedarjo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/4/2018).

 (Baca: Usai Diperiksa, Suami Dian Sastro Apresiasi Kinerja KPK)

‎Tak hanya Soetikno, tim penyidik juga memanggil saksi lainnya yakni, anggota tim pengadaan ATR 72-600 Citilink, Vera Yunita. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan Emirsyah Satar.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Dua tersangka tersebut yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun, hingga kini keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

 (Baca juga: KPK Periksa Direktur Produksi PT Garuda Indonesia)

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Perkara ini dapat dikatakan lintas negara lantaran perusahaan mesin besar, Rolls Royce ‎Plc terseret sengkarut dugaan korupsi di beberapa negara. Negara-negara tersebut diantaranya, Indonesia, Inggris, dan Singapura.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini