nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies Melihat Perkara Novel Baswedan sebagai Kasus yang Unik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 19:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 11 337 1885340 anies-melihat-perkara-novel-baswedan-sebagai-kasus-yang-unik-DWGDw4FdXP.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota (foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Satu tahun pasca penyerangan penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, polisi belum juga menangkap pelakunya. Banyak pihak yang menyangsikan keseriusan polisi dalam menangani kasus tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berharap keadaan sepupunya itu dapat kembali pulih. Sebab, penyidik kasus korupsi itu e-KTP itu sudah menjalani rangkaian operasi yang cukup panjang dan terbilang unik.

"Proses operasi sudah dilakukan memang panjang karena ini kejadian yang agak unik," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap proses dari pemulihan mata Novel bisa segera tuntas. Sehingga nantinya, penyidik kasus korupsi e-KTP itu dapat kembali beraktivitas seperti semula.

"Kita keluarga mendoakan mudah-mudahan recovery-nya cepat dan bisa beraktivitas seperti semula," imbuhnya.

 (Baca juga: Ada Jenderal Terlibat Kasus Novel, Polri: Kita Tunggu Buktinya Jika Benar)

Beberapa pihak mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) Novel Baswedan. Lalu, apakah Anies menginginkan dibetuknya TGPF agar segera terungkap dalang dari kasus keji tersebut?

"Saya sebagai keluarga komentar tentang recovery kesehatannya saja. Yang itu (TGPF) saya enggak," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras saat pulang dari salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya kawasan Kelapa Gadung, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat siraman air keras itu, mata Novel tak bisa melihat lagi.

 (Baca juga: Kembali ke Indonesia, Jokowi: Alhamdulillah Pak Novel Baswedan Sudah Sembuh)

Novel sudah menjalani dua kali operasi besar di Singapura. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami pemulihan yang signifikan. Operasi kedua pada Jumat 23 Maret 2018.

Banyak pihak menduga bahwa kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan punya kaitan dengan sikap Novel yang gencar menyidik berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini