IDI-Komisi IX DPR RDP Bahas Dokter Terawan

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 11 April 2018 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 337 1885128 komisi-ix-dpr-rdp-dengan-idi-bahas-soal-dokter-terawan-AsUsdGHGE1.jpg DPR RI saat RDP bersama IDI (foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Komisi IX DPR menggelar rapat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Rapat kali ini membahas soal masalah yang dihadapi Dokter Terawan Agus Putranto, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto yang sempat akan dipecat oleh IDI dari keanggotaannya karena dianggap melanggar kode etik.

Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis dan jajarannya hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IX Dede Yusuf. Menurut Dede, rapat ini untuk melakukan pendalaman masalah antara IDI dengan Dokter Terawan, meskipun IDI sudah menunda pemecatannya.

"Kami ingin tahu apa inti masalah, langkah apa yang dilakukan dan kami meminta pemerintah bergerak. Sehingga tidak ada yang bertanya belum tentu seperti itu," ujar Dede di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

 (Baca juga: Gandeng BIN, IDI Lacak Pelaku Penyebar Surat Pemecatan Dokter Terawan)

Menurut Dede, seharusnya Dokter Terawan juga diundang, namun jenderal bintang dua itu sedang berada di luar negeri hingga 20 April 2018. Dede mengatakan Komisi IX yang membidangi masalah kedokteran dan kesehatan ini ingin memediasi agar masalah ini benar-benar terselesaikan.

"RDP ini fungsinya mediasi agar kita bsa mendapatkan sebuah jawaban dari pemerintah. Dalam konteks ini pemerintah. Kita lihat kedepan seperti apa. Jika ditemukan produk-produk baru juga karena mungkin metode dalam dunia kesehatan itu setiap tahun itu berkembang," ucap Dede.

 (Baca juga: Kontroversi Metode Dokter Terawan, YLKI Minta Pasien Lebih Selektif)

Dede menambahkan, dirinya mengapresiasi keputusan yang diambil IDI yang menunda pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaannya di IDI.

IDI diketahui menunda keputusannya untuk memecat Dokter Terawan karena melihat polemik yang berkembang pasca Majelis Kehormatan Etik Indonesia (MKEK) memberhentikan Terawan yang juga dokter TNI karena dinyatakan melanggar etika.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini