Facebook Indonesia Batal Hadiri RDP dengan Komisi I Terkait Kebocoran Data

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 11 April 2018 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 337 1885042 facebook-indonesia-batal-hadiri-rdp-dengan-komisi-i-terkait-kebocoran-data-rpNFYqkBId.jpg Ketua Komisi I Abdul Haris (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perwakilan Facebook Indonesia batal menghadiri undangan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI. Rencananya, perwakilan Facebook Indonesia ini akan dimintakan penjelasannya terkait kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia lebih dari satu juta pengguna.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan pihak Facebook Indonesia meminta penjadwalan ulang pada Selasa 17 April 2018. Pihak Facebook Indonesia mengatakan mereka bersama pimpinan Facebook se Asia Tenggara harus menghadiri kongres di Amerika Serikat.

"Pimpinan facebook asia tenggara masih harus menghadiri di kongres Amerika sehingga mereka minta di schedule-kan pada tanggal 17 April," jelas Abdul Kharis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Menurut Abdul Kharis pihak Facebook Indonesia rencananya juga akan hadir bersama pimpinan Facebook se-Asia Tenggara. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap Facebook memenuhi janjinya untuk hadir memberikan penjelasan di Komisi I.

"Mudah-mudahan hadir, kalau enggak hadir berarti etikadnya enggak baik," ucapnya.

Abdul Kharis menuturkan Komisi I ingin mengonfirmasi dan mendalami bocornya data satu juta pengguna Facebook Indonesia. Sekira 1 juta pengguna Facebook Indonesia dikabarkan menjadi korban kasus skandal Cambride Analictica. Namun sayangnya, hingga saat ini tidak diketahui siapa saja yang menjadi korban.

"Kita akan perdalam kenapa sampai bocor dan kemudian kita akan membahas tindak lanjutnya. Seperti apa pertanggung jawaban facebook terhadap bocornya data pengguna facebook di Indonesia," jelasnya.

Sekedar informasi, jumlah korban skandal Cambridge Analictica kini mencapai 87 juta pengguna Facebook. Indonesia menjadi negara ketiga yang menjadi korban terbanyak dengan 1,096 juta akun atau sekira 1,2 persen dari total korban yang ada.

Dalam sebuah pernyataan, tim Facebook menyatakan bahwa pada Senin (9/4/2018) mereka akan mengungkap siapa saja yang menjadi korban. Akan tetapi, media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut tidak akan mengumbarnya secara terbuka. Melainkan, pihaknya akan memberi sebuah peringatan kecil di pojok kanan atas akun Facebook yang menjadi korban.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini