Wiranto: Program Bela Negara Penting untuk Menangkal Ujaran Kebencian dan Radikalisme

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 11 April 2018 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 337 1885027 wiranto-program-bela-negara-penting-untuk-menangkal-ujaran-kebencian-dan-radikalisme-UCNsjMvYjF.jpg Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers (Reno/Antara)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah menerima pemaparan program bela negara yang disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjen Doni Monardo.

Menurut Wiranto, program bela negara sangat penting untuk diterapkan kepada masyarakat luas dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan pentingnya rasa memiliki terhadap Indonesia. Bila rasa memiliki sudah tumbuh di dalam sanubari, maka itu dapat mengikis ujaran kebencian dan aksi radikalisme yang kini marak terjadi.

"Kalau warga negara sudah punya kesadaran bela negara yang tinggi, otomatis akan mereduksi banyak sekali ujaran kebencian, saling menghujat, saling cerca, dan akan menghentikan berbagai tindakan radikalisasi, kalau ada kesadaran bela negara," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa kemarin.

Mantan Panglima ABRI itu menyebutkan bahwa ancaman bangsa saat ini bukanlah serangan fisik atau militer, melainkan ancaman multidimensi atau non fisik yang imbasnya dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa.

Karena itu, ia berpandangan bahwa program bela negara sangat tepat untuk diterapkan. Selain itu, Wiranto juga meminta Wantannas dapat menyusun konsep bela negara yang dapat diterima secara luas oleh masyarakat. Ia tak ingin program tersebut terkesan seperti indoktrinasi.

"Maka harus ada suatu pembaharuan untuk bagaimana memberikan pendidikan bela negara yang tepat kepada warga Indonesia tanpa terkesan indoktrinasi, tapi kesadaran. Itu tadi yang kita bincangkan dengan Wantannas," terang menteri dari Hanura itu.

"Tentu Wantannas mita minta untuk susun konsep realistis yang bisa membumi dan bisa dipahami warga negara Indonesia," sambung Wiranto.

Sesjen Wantannas, Mayjen Doni Monardo mengaku belum bisa memberi penjelasan secara detail terkait program bela negara yang tengah disusunnya. Kendati demikian, ia mengabarkan penyusunan program tersebut telah sampai pada tahap inventarisasi permasalahan.

"Masih proses. Kan masih belanja masalah," ujar Doni kepada Okezone.

Sebelumnya Wiranto telah melantik Doni Monardo sebagai Sesjen Wantannas pada Jumat, 6 April 2018. Dalam pelantikan itu, Wiranto meminta Doni segera menyusun program bela negara secara nasional dan dapat diterima di masyarakat.

"Wantannas diharapkan dapat menyusun suatu blue print program bela negara secara nasional dan dijabarkan dalam modul-modul khusus yang bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Wiranto.

Tugas pokok dari organisasi Wantannas yakni membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan strategis dan memberikan rekomendasi saran tindak yang relevan serta mutakhir dalam hal pembinaan ketahanan nasional.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini