KSAD Apresiasi Keputusan IDI Lakukan Penundaan Pemecatan Dokter Terawan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 10 April 2018 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 337 1884847 ksad-apresiasi-keputusan-idi-lakukan-penundaan-pemecatan-dokter-terawan-VI3fhdKkgD.jpg Dokter Terawan bersama Brigjen Krishna Murti (foto: Instagram)

BOGOR - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengapresiasi keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)‎ dalam menunda rencana pemecatan Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Dokter Terawan Agus Putranto.

"Kita sambut baik keputusan itu (penundaan), IDI sudah mengambil langkah terbaik, kita mengapresiasi," ujar Mulyono di Istana Bogor, Selasa (10/4/2014).

Menurut Mulyono, semua keputusan IDI harus dilakukan secara proporsional. Sehingga tidak melakukan penilaian secara sepihak terkait kasus anak buahnya itu.

"Langkah yang diambil sudah bagus, semua kan harus proposional," ujarnya.

 (Baca juga: Gandeng BIN, IDI Lacak Pelaku Penyebar Surat Pemecatan Dokter Terawan)

Sementara itu, metode dokter Terawan akan diuji oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lebih jauh, jenderal bintang empat itu mempersilakan pemeriksaan tersebut lantaran bagian dari tanggungjawab Kemenkes.

"Ya enggak apa-apa, namanya ilmu, nanti kita tunggu bagaimana Menkes punya kewenangan, kita prinsipnya akan memberikan yang terbaik," tuturnya.

 (Baca juga: DPR Apresiasi IDI Tunda Pemecatan Dokter Terawan)

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda memecat dokter Terawan Agus Putranto (TAP) dari keanggotaan.

Keputusan itu diambil setelah menggelar forum pembelaan terhadap dokter Terawan pada Kamis 5 April 2018 dengan menggelar rapat majelis pimpinan pusat pada Minggu 8 April 2018.

Salah satu dasar pertimbangan berupa metode cuci otak yang dikembangkan TAP. PB IDI menilai, terapi cuci otak itu masih menjadi perdebatan di antara kalangan dokter dan meminta Kemenkes menguji terapi cuci otak tersebut.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini