DPR Apresiasi IDI Tunda Pemecatan Dokter Terawan

Bayu Septianto, Okezone · Senin 09 April 2018 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 09 337 1884092 dpr-apresiasi-idi-tunda-pemecatan-dokter-terawan-DGWliLTNvS.jpg Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengapresiasi keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menunda pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaannya di IDI.

IDI diketahui menunda keputusannya memecat dokter Terawan karena melihat polemik yang berkembang pasca-Majelis Kehormatan Etik Indonesia (MKEK) memberhentikan Terawan yang juga dokter TNI karena dinyatakan melanggar etik.

"Saya kira IDI melakukan sesuatu yang sudah dipikirkan mendalam tentang dampak dari polemik ini. Dan kita apresiasi sikap IDI ini, agar urusan internal ini tidak melebar kemana-mana," ujar Dede saat dihubungi, Senin (9/4/2018).

Atas keputusannya itu, Dede meminta IDI dan dokter Terawan untuk duduk bersama kembali guna memperbaiki hubungan akibat masalah ini. "Sementara ada waktu juga bagi dokter Terawan untuk duduk kembali dengan IDI secara kekeluargaan;" tuturnya.

(Baca Juga: IDI Akhirnya Tunda Pemecatan Dokter Terawan)

Sebelumnya, Pengurus Besar IDI akhirnya menunda pemecatan dokter Terawan Agus Putranto karena banyaknya protes dari masyarakat terutama pasien yang pernah ditangani oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat itu. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Majelis Pimpinan Pusat PB IDI.

(Baca Juga: Tunda Pemecatan Dokter Terawan, IDI Minta Menkes Bentuk Tim Penilai Terapi 'Cuci Otak')

Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan, langkah menunda pemecatan Terawan diambil mengingat saat ini adanya keresahan dan kegaduhan serta kalangan dokter yang dapat berdampak negatif serta merugikan masyarakat.

Sebelumnya, MKEK memberhentikan Terawan yang juga dokter TNI karena dinyatakan melanggar etik. Pemecatan Terawan pun menuai protes, terlebih para jenderal hingga pejabat negara yang pernah jadi pasien Terawan angkat bicara menanggapi pemecatan tersebut.

"Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karenanya, ditegaskan bahwa hingga saat ini dokter Terawan masih berstatus sebagai anggota IDI," ujar Ilham di Kantor PB IDI, Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 9 April 2018.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini