IDI Akhirnya Tunda Pemecatan Dokter Terawan

Chyntia Sami Bhayangkara, Okezone · Senin 09 April 2018 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 09 337 1884034 idi-akhirnya-tunda-pemecatan-dokter-terawan-2KEDM3qMgH.jpg IDI menggelar konferensi pers terkait pemecatan dr Terawan (Chyntia/Okezone)

JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akhirnya menunda pemecatan dokter Terawan Agus Putranto karena banyaknya protes dari masyarakat terutama pasien yang pernah ditangani oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat itu. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Majelis Pimpinan Pusat PB IDI.

Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan, langkah menunda pemecatan Terawan diambil mengingat saat ini adanya keresahan dan kegaduhan serta kalangan dokter yang dapat berdampak negatif serta merugikan masyarakat.

Sebelumnya Majelis Kehormatan Etik Indonesia (MKEK) memberhentikan Terawan yang juga dokter TNI karena dinyatakan melanggar etika. Pemecatan Terawan menuai protes. Para jenderal hingga pejabat negara yang pernah jadi pasien Terawan angkat bicara menanggapi pemecatan.

"Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karenanya, ditegaskan bahwa hingga saat ini dokter Terawan masih berstatus sebagai anggota IDI," ujar Ilham di Kantor PB IDI, Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Ilham menjelaskan, penundaan tersebut akan bergantung pada pengumpulan sejumlah bukti-bukti pendukung terkait kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh dokter Terawan.

"Ini suatu proses yang harus dilihat dulu. Penundaan nanti akan bergantung pada bukti-bukti yang dikumpulkan. Bisa jadi nanti pembebasan tuduhan namun bisa juga kemungkinan kita melakukan rekomendasi atau usulan dari MKEK," tutur Ilham.

Sebagaimana diketahui, MKEK mengeluarkan rekomendasi pemecatan sementara terhadap dokter Terawan lantaran dianggap melanggar kode etik kedokteran. Terapi dengan menggunakan metode Digital Substraction Angiogram (DSA) atau lebih dikenal metode 'cuci otak' yang dicetuskan oleh dokter Terawan dikenal mampu menyembuhkan banyak pasien stroke.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini