nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ICMI Akan Temui Presiden Jokowi Minta Sanksi Pelaku LGBT Segera Ditegakkan

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 06 337 1883062 icmi-akan-temui-presiden-jokowi-minta-sanksi-pelaku-lgbt-segera-ditegakkan-chO93capNS.jpg Wakil Ketua ICMI Sri Astuti Buchari (Foto: Chyntia Sami/Okezone)

JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) akan segera menemui Presiden RI Joko Widodo meminta agar aturan hukum mengenai perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dapat segera ditegakkan.

Wakil Ketua Umum ICMI, Sri Astuti Buchari mengatakan, jika dilihat dari kacamata agama maka perilaku LGBT merupakan perilaku yang menyimpang. Karena, dalam agama hanya ada dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, dari kacamata hukum pun perilaku LGBT tersebut masuk ke dalam pasal aktivitas seks menyimpang pafa revisi Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang saat ini sedang dibahas.

 (Baca: Sambangi MUI, Bamsoet Jamin DPR Tolak LGBT)

"Dalam waktu dekat ini kami akan mengajukan ke Mahkamah Agung kemudian meminta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi agar segera menerbitkan notma hukum yang tegas terkait aktivitas LGBT, sehingga mereka memiliki efek jera," ujar Sri di Kantor Pusat ICMI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Upaya tersebut juga telah disambut oleh para anggota DPR RI Komisi III. Mereka sangat antusian menerima usulan dari ICMI yang memperjuangkan hukum bagi para pelaku LGBT dapat ditegakkan. Pasalnya, selama ini belum ada satupun kalangan masyarakat yang datang ke DPR dan menganggap bahwa perilaku LGBT merupakan penyakit. Justru, mereka kebanyakan pro terhadap penyebaran LGBT di Indonesia.

"Kedatangan ICMI dan konsistensi kami dalam memperjuangkan anti LGBT disambut sekali oleh DPR RI. Kata mereka selama ini kebanyakan yang datang itu hanya yang pro saja," ungkapnya.

 (Baca juga: Dihadapan Jokowi, Kak Seto Sebut LGBT Itu Merusak Kepribadian Bangsa)

Sri menjelaskan, pelaku zina, sodomi, lesbian dan aktivitas seks menyimpang lainnya memang sudah seharusnya dihukum berat. Demikian juga penganjur, fasilitator, pendonor dana hingga komunitas yang mengambil manfaat secara ekonomis dan politis terhadap perilaku seksual menyimpang tersebut juga harus dihukum berat.

"Untuk menjadi peringatan bahwa LGBT adalah perbuatan dilaknat. Hukumnya haram dan merupakan tindak pidana kejahatan. Kami akan perjuangkan itu," tandasnya.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini