Novel Bamukmin: Kita Tidak Akan Menarik Laporan Sukmawati!

Bayu Septianto, Okezone · Jum'at 06 April 2018 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 06 337 1882847 novel-bamukmin-kita-tidak-akan-menarik-laporan-sukmawati-fQCBuoVsyW.jpg Sukmawati Soekarnoputri (foto: Reuters)

JAKARTA - Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Bamukmin tak sependapat dengan permintaan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, yang meminta pihak yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi kontroversi berjudul "Ibu Indonesia" dicabut.

Persaudaraan Alumni 212 diketahui merupakan salah satu pihak yang melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri. Laporan itu dipastikan tidak akan dicabut meski Sukmawati telah resmi meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia.

"Tidak akan menarik laporan itu, karena itu haknya Allah yang agamanya dihina," ujar Novel saat dihubungi Okezone, Jumat (6/4/2018).

 (Baca juga: Ketua MUI Ingin Pelaporan Puisi Sukmawati ke Polisi Dicabut)

Menurut Novel, sebuah tindak pidana yang dilakukan seseorang tak bisa begitu saja terhenti proses penegakan hukumnya hanya karena pelakunya meminta maaf.

"Tindak pidana tidak bisa dihapus oleh maaf," jelasnya.

 Sukmawati Soekarnoputri Akhirnya Minta Maaf Terkait Puisinya yang Kontroversi

Diakui Novel, pihaknya menghargai sikap yang dilakukan MUI yang telah memaafkan kesalahan yang dilakukan puteri dari Proklamator RI, Soekarno itu. Namun, menurutnya MUI juga harus bersikap adil membela umat Islam Indonesia dan para ulamanya yang saat ini kerap dianggap mendapatkan perlakuan kriminalisasi.

"Saya menghargai ketua MUI namun ketua MUI harus adil untuk membela mereka yang dikriminalisasi yaitu ulama dan aktivis yang membela agamanya," tuturnya.

 (Baca juga: Soal Puisi "Ibu Indonesia" Ketum MUI: Sukmawati Tak Niat Menghina Islam)

"Minimal ketua MUI untuk membantu mediasi agar bisa barter, agar posisinya kosong kosong kembali nah itu baru adil," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta pihak yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi kontroversi berjudul "Ibu Indonesia" bisa dicabut.

Usai menerima kehadiran Sukmawati di kantornya, Kamis 5 April 2018 kemarin, Ma'ruf meminta agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya Sukmawati sudah menjelaskan bahwa makna dari isi puisi tersebut tidak sama sekali berniat menghina atau mencemoohkan syariat Islam.

"Hentikan ke pelaporan Bareskrim dan mengutuhkan kembali sebagai bangsa. Kita bangun ukhuwah islamiyah bersama," kata Ma'ruf.

 Sukmawati Soekarnoputri Akhirnya Minta Maaf Terkait Puisinya yang Kontroversi

Maruf berharap agar dalam menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengkedepankan dialog sebagaimana pernah diajarkan Presiden RI Soekarno.

"Kalau bisa memaafkan dan tidak meneruskan, bermusalahah, bersaudara membangun kembali keutuhan, kalau saya bisa berharap, itu saya harapkan," tutupnya.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini