Menteri LHK Sebut Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Mulai Berkurang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 05 April 2018 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 05 337 1882732 menteri-lhk-sebut-tumpahan-minyak-di-teluk-balikpapan-mulai-berkurang-m98wUkRkxM.jpg Menteri LHK Siti Nurbaya. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menerjunkan jajarannya guna memantau kondisi dampak tumpahan minyak milik PT Pertamina di Perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan laporan petugas Kementerian LHK, kata dia, tumpahan minyak tersebut masih ada, namun telah sangat berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Peredaran tumpahan minyak di laut itu juga masih relatif tebal di beberapa lokasi perairan. "Memang masih ditemukan minyak yang relatif masih tebal pada beberapa spot atau kantong-kantong minyak di beberapa lokasi," kata Siti berdasarkan keterangan tertulisnya, Kamis (5/4/2018).

(Baca: JK Sebut Pelaku Penumpah Minyak di Laut Balikpapan Bisa Diganjar Denda dan Ganti Rugi)

https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 04 340 1882260 dari-citra-satelit-tumpahan-minyak-di-teluk-balikpapan-meluas-hingga-7-000-hektare-K6LlH0wzBc.jpg

Ia kemudian meminta PT Pertamina segera melakukan upaya pengambilan minyak di beberapa titik agar tidak menyebar ke perairan lain. Sebab, persoalan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan cukup pelik lantaran berpotensi mencemari Perairan Bintan hingga Teluk Jakarta.

"Tim KLHK masih mengambil sampel dan data-data terkait pencemaran akibat tumpahan, termasuk dengan melibatkan para penyelam dan para ahli terkait," lanjutnya.

Di sisi lain, Tim Pengawas KLHK yang telah diterjunkan sebelumnya telah melakukan pengawasan terhadap sistem penyaluran minyak, baik crude oil maupun produk lainnya, untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan yang ada.

Siti melanjutkan, hal itu dilakukan guna menjamin keamanan lingkungan. Kemudian KLHK juga meminta GM Pertamina Balikpapan membantu masyarakat yang terkena dampak, terutama yang berada dekat lokasi kejadian.

"Di samping dampak adanya minyak di perairan, dampak lainnya adalah lepasnya volatile organic compound (VOC) ke udara yang bau tajam dan mengganggu kesehatan masyarakat," jelas Siti.

(Baca: Dari Citra Satelit, Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Meluas hingga 7.000 Hektare)

Lebih jauh KLHK melalui Dirjen Gakkum LHK Rasio Ridho Sani telah melakukan koordinasi dengan Polda Kalimantan Timur guna melakukan penegakan hukum terkait kasus ini.

"Polda mengatakan mereka yang akan melakukan penyidikan pidana dan Kementerian LHK yang akan back-up. Kementerian LHK akan memeriksa hukum perdata dan sanksi administratif serta mediasi masyarakat," papar Siti.

Ia menambahkan, masyarakat di sekitar Teluk Balikpapan juga mengharapkan dukungan pemerintah untuk memfasilitasi mediasi tersebut. Pasalnya, dampak tumpahan minyak Pertamina ini telah dirasakan masyarakat.

"Tadi juga Tim Gakkum sempat mengecek lokasi kampung air. Kampung rumah panggung masih ada minyak di bawahnya dan bau minyak masih banyak. Kami minta Pertamina untuk bantu menangani," tandasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini