nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Akan Panggil Mertua dan Suami Dian Sastro Dalam Waktu Dekat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 00:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 04 337 1882272 kpk-akan-panggil-mertua-dan-suami-dian-sastro-dalam-waktu-dekat-OROJYyVVf2.jpg Juru Bicara KPK Febridiansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan kembali memanggil pengusaha Adiguna Sutowo dan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Maulana Indraguna Sutowo, dalam kasus suap pengadaan mesin pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia.

Adiguna Sutowo sendiri merupakan mertua dari aktris Dian Sastrowardoyo. Sedangkan Maulana Indraguna adalah suami dari perempuan berparas cantik. Mereka berdua akan dipanggil untuk menjadi saksi tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar.

"Nanti kemungkinan kami jadwalkan ulang dalam jarak yang tidak terlalu lama. Apakah di minggu kedua atau minggu ketiga di bulan April ini. Tapi nanti kami sampaikan lagi informasinya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikantornya, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Adiguna dan Indraguna sebetulnya sudah sempat dipanggil penyidik lembaga antirasuah untuk dimintai keterangannya. Namun, kedua tak bisa hadir dalam pemanggilan tersebut.

Febri menekankan kepada kedua orang tersebut untuk memenuhi pemanggilan tersebut. Pasalnya, penyidik membutuhkan keterangan tambahan dari mereka terkait kasus suap tersebut.

"Harapannya kalau besok minggu depan atau minggu ketiga April dilakukan pemeriksaan para saksi bisa datang dan menjelaskan apa yang dia ketahui terkait dengan MRA tersebut," ucap Febri.

Perkembangan terbaru dalam kasus ini adalah, KPK melakukan penyitaan terhadap salah satu rumah mewah senilai Rp8,5 miliar milik dari Emirsyah Satar.

Rumah mewah itu dibeli oleh keluarga Emir sapaannya, sekitar tahun 2012 silam. Untuk membeli rumah itu, Emir disebut menggunakan uang dari tersangka Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini