Sebagai Eks Pasien, Mahfud MD: Terapi Cuci Otak Dokter Terawan Bagus!

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 04 April 2018 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 337 1882226 sebagai-eks-pasien-mahfud-md-terapi-cuci-otak-dokter-terawan-bagus-9Gs6tNboIY.jpg Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beredarnya kabar pemecatan sementara Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto SpRad (K) menghebohkan publik. Hal ini diketahui dengan adanya surat pemecatan dan pencabutan izin praktik yang ditandatangani Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) .

Pemecatan sementara resmi diberlakukan mulai 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019 lantaran Terawan dianggap melakukan pelanggaran etika kedokteran karena metode “cuci otak” yang dilakukannya.

Mahfud MD sebagai eks pasien dokter Terawan mengaku bingung harus menanggapi pemecatan tersebut. Namun, ia menilai praktek yang dilakukan dokter Terawan bagus untuk pasien yang memiliki penyakit stroke.

“Saya tidak tahu ya harus menanggapi apa. Tapi saya pernah menjadi pasiennya. Itu bagus menurut saya sih. Ada gejala stroke, ketawan lalu dipompa agar bersih, langsung segar biasanya,” kata Mahfud saat ditemui di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

(Baca Juga: Dipecat IDI, KSAD Minta Dokter Terawan Bela Diri)

Mantan ketua MK ini juga tidak mengetahui secara pasti mengenai prosedur terapi “cuci otak” tersebut. Mahfud hanya mengetahui terapi tersebut dilakukan bilmana terdapat gejala stroke dan hasil yang dirasakannya baik.

“Jadi, kalau Anda mau stroke ada ganjelan di saraf otak, itu yang sebabkan stroke dipompa dari kaki ke jantung. Katanya itu dianggap belum laik. Tapi terserahlah itu urusan mereka,” ujar Mahfud.

Saat menjalani terapi “cuci otak” bersama dokter Terwaran, kata Mahfud, membutuhkan waktu sekira tiga jam. Setelah itu baru merasakan khasiatnya.

“Tiga jam selesai, langsung pulang. Kalau pengalaman saya bagus,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini