Dipecat IDI, KSAD Minta Dokter Terawan Bela Diri

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 04 April 2018 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 337 1882132 dipecat-idi-ksad-minta-dokter-terawan-bela-diri-selouHtZ1B.jpg Dokter Terawan dan Pasiennya (foto: Fakta TNIPOlri/Twitter)

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mempersilahkan Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto untuk membela diri atas pemecatannya oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jenderal bintang empat itu juga menyebut bahwa IDI tak pernah berkomunikasi dengan pihaknya sebelum memecat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto itu.

"Ya bela saja sepanjang kita bagus kenapa. Wong IDI enggak pernah komunikasi ke saya. Dia main tembak-tembak sendiri, memangnya siapa?" tegas Mulyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

(Baca Juga: Reaksi Keras Aburizal Bakrie hingga Mahfud MD Atas Pemecatan Dokter Terawan)

Mulyono menyesalkan pemecatan dokter Terawan dari IDI itu. Lagi pula, ia memandang tak ada yang salah dengan pengobatan yang dilakukan oleh dokter Terawan.

"Dokter Terawan kesalahannya di mana? Kecuali yang diobati mati kabeh. Gimana yang diobati merasa nyaman, enak, sembuh berarti ilmunya bener," ujarnya.

Menurut dia, IDI dan dokter Terawan seharusnya bisa duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, mampu menghasilkan jalan keluar yang lebih baik dalam hal pengobatan "cuci otak" ini.

"Kalau bener (salah) kenapa enggak duduk bersama, komunikasi dari IDI, Terawan kamu itu sebenarnya gimana sih? Itu duduk bersama malah lebih bagus bukan otot-ototan masalah aturan, itu salah. Itu melanggar aturan," terangnya.

Sebelumnya, dr Mayjen Terawan diberhentikan IDI karena dianggap melanggar kode etik kedokteran. Pasalnya, kode etik melarang dokter mengiklankan dan memuji diri sendiri.

Dokter Terawan selama ini diketahui sebagai orang yang mengenalkan metode 'cuci otak' untuk mengatasi penyakit stroke. Terapi 'cuci otak' dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim mampu menghilangkan penyumbatan di otak. Namun, metode masih menuai pro kontra di kalangan kedokteran.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini