nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR: Puisi Sukmawati Menyinggung Umat Islam, Sebaiknya Minta Maaf!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 12:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 04 337 1881926 ketua-dpr-puisi-sukmawati-menyinggung-umat-islam-sebaiknya-minta-maaf-XKD8Knj8hz.jpg Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menganggap puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri adalah murni pemikiran pribadi, bukan mewakili suara dari keluarga Bung Karno. Menurutnya, puisi tersebut telah mencampuradukkan agama dengan kebudayaan, dan itu dinilainya sikap yang keliru dan sangat menyinggung umat Islam.

"Saya yakin itu bukan suara dari keluarga Bung Karno, itu adalah pribadinya Bu Sukma. Saya juga tidak tahu motivasinya apa, tetapi yang pasti kasus dia mencampuradukkan agama dengan kebudayaan sangat keliru, kan tidak boleh," komentar Bamsoet di Gedung Parlemen DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (04/04/2018).

Puisi yang membandingkan simbol-simbol agama dengan budaya masyarakat itu menurut Bamsoet tidak mencerminkan saling hormat-menghormati dalam beragama. Hal seperti itu tak keluar dari Sukmawati yang semestinya jadi panutan.

(Baca juga: Apa Kata Fadli Zon Terkait Puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri?)

"Sebagai tokoh kami menyesalkan Bu Sukma tidak menunjukkan panutan, di mana kita hidup dalam keragaman beragama dan saling menghormati di antara ajaran beragama," terangnya.

(Sukmawati saat membacakan puisi 'Ibu Indonesia'. Foto: Ist)

Bamsoet menyarankan agar Sukmawati meminta maaf kepada masyarakat luas dan berjanji tidak mengulang hal yang sama. "Yang terbaik sekarang Buk Sukma meminta maaf, kita anggap ini tidak boleh terjadi lagi," paparnya.

(Baca juga: PBNU Minta Sukmawati Minta Maaf dan Klarifikasi soal Puisi Kontroversi)

Kepada masyarakat yang berniat berdemonstrasi terkait ini, Bamsoet mengingatkan untuk menyampaikan kritik secara baik dan santun serta menghindari kegaduhan. "Ya menurut saya apapun reaksi yang timbul itu kami bisa memahami, saya juga sebagai Muslim tersinggung mengenai puisi itu, tetapi bentuk protes yang kami harapkan adalah protes yang baik yang santun tidak merusak lagi dan membuat gaduh lagi kehidupan kebangsaan kita," ujarnya.

Apalagi, lanjut Bamsoet, Sukmawati saat ini telah dilaporkan ke polisi, masyarakat tentu harus sabar menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib.

"Pelaporan ke polisi adalah jalan yang paling tepat, supaya dilakukan penyelidikan apakah ada unsur kesengajaan, tetapi bahwa itu melukai suatu kelompok iya, tetapi justru kami ingin Bu Sukma dengan lapang dada meminta maaf atas kekeliruannya kemudian meralat itu, selesai," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini