nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mabes Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Khusus Tangani Travel Umroh Bodong

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 12:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 04 337 1881924 mabes-polri-dan-kemenag-bentuk-satgas-khusus-tangani-travel-umroh-bodong-3RUMryETXO.jpg Wakapolri Komjen (Pol) Syafrudin dan Menag Lukman Hakim Syaifuddin (Foto: Chyntia Sami/Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri dan Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan kerjasama dengan meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani travel umroh dan haji bodong atau abal-abal.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, pemerintah yakni institusi Polri dan Kemenag sangat konsentrasi untuk menyelesaikan masalah kasus travel umroh dan haji yang sudah meresahkan masyarakat. Dalam satgas tersebut juga akan dilengkapi oleh tim ahli dari Kemenag untuk mempercepat proses penyelesaian.

"Apalagi ini pelayanan terhadap umat Islam ini betul-betul kita konsen. Pengawasan secara struktural dari Kemenag melalui dirjennya. Polri masuk setelah ada masalah, kita Investigasi. Oleh karenanya kita nanti mungkin minggu ini akan ada semacam Satgas dibentuk antara Kemenag dan Mabes Polri," ujar Syafruddin di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

 (Baca: Komisi VIII DPR Tanyakan Masalah Abu Tours ke Menteri Agama)

Syafruddin menjelaskan, nantinya bukan hanya kasus yang sekarang sedang terjadi saja yang menjadi konsen penanganan Satgas. Melainkan, juga untuk mengantisipasi kemungkinan travel bermasalah yang akan terjadi lagi dikemudian hari.

Pihak kepolisian juga berjanji akan segera mengusut tuntas masalah travel umroh bodong tersebut melalui persidangan. Hal tersebut lantaran masyarakat khususnya yang telah menjadi korban membutuhkan kepastian hukum.

"Kepastiannya adalah keputusan peradilannya kita akan dorong semua secepatnya supaya masuk pengadilan, supaya masyarakat masih ada harapan dan ini betul-betul akan kita sinkronkan nanti pengawasannya," paparnya.

Terkait nama satgas tersebut, Syafruddin mengaku belum mengetahui nama apa yang akan diberikan. "Untuk nama nanti kita tunggu Pak Menag namanya. Satgas habluminallah atau habluminannas apa itu terserah. Menteri yang nanti kasih nama," ungkapnya.

 (Baca juga: Ini Tips Menteri Agama agar Jamaah Umrah Tak Tertipu Biro Bodong)

Sementara itu, Menteri Agama Luman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasi atas komitmen kepolisian dalam membantu mengusut tuntas kasus travel bodong tersebut.

"Ini sekaligus menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dari kepolisian kita untuk menangani kasus ini. Kita akan lebih menekankan meningkatkan sisi pengawasan terhadap seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umroh atau dikenal biro travel perjalanan umroh," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenag resmi mencabut izin perjalanan Abu Tours, yang diduga melakukan penipuan dana calon jamaah umrah yang tersebar di 15 provinsi dengan toal uang sekira Rp1,8 Trilyun. Hal tersebut merupakan langkah tegas yang diambil Kemenag dalam menangani travel umrah yang nakal.

Selain itu, pihaknya juga mencabut izin biro travel umrah lainnya, yakni Solusi Balad Lumampah (SBL) dari Bandung, Mustaqbal Prima Wisata di Cirebon dan Interculture Tourindo di Jakarta. Pencabutan itu karena ada laporan melakukan penipuan dan penggelapan dana jamaah.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini