nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Kerjasama Antisipasi Narkoba dan Bahas Temuan Sabu 1,6 Ton dengan Kepolisian Taiwan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 13:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 03 337 1881418 bareskrim-kerjasama-antisipasi-narkoba-dan-bahas-temuan-sabu-1-6-ton-dengan-kepolisian-taiwan-Ij3dw2Et7H.jpg Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengaku pihaknya akan menerima kunjungan dari kepolisian Taiwan. Pertemuan tersebut guna membahas peredaran narkoba jaringan internasional.

"Ini adalah tindak lanjut pada saat tahun lalu kita bertemu di Taiwan dalam hal pertukaran informasi. Nah hari ini mereka datang, kemarin, dan siang ini akan datang menindaklanjuti kegiatan daripada kunjungan yang tahun lalu," kata Eko di Tipid Narkoba, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/4/2018).

Eko mengatakan, ada empat hal yang nantinya dibahas dalam upaya mengantisipasi peredaran narkoba tersebut. Pertama, dalam hal capacity building. Kedua, sharing informasi tentang jaringan sindikat internasional antar kedua negara.

"Yang ketiga kita akan membuat networking lagi lebih kuat. Keempat nanti kita akan melakukan investigasi yang (sabu-red) 1,6 ton yang ditangkap tahun lalu di Batam," ungkap Eko.

Sebelumnya, kata Eko, pihaknya juga telah menerima kunjungan dari kepolisian narkotika China. Sama halnya dengan Taiwan, ia mengatakan, pihaknya juga membangun capacity building dengan kepolisian China, kemudian sharing informasi networking. Selain itu pihaknya menggali hasil pemeriksaan terhadap 4 tersangka sabu 1,6 ton tersebut.

Saat ini, kata Eko, kepolisian China tengah menindaklanjuti siapa saja pengendali narkoba 1,6 ton tersebut. Bahkan, kepolisian China telah mengetahui pengendali narkoba 1,6 ton tersebut.

"Dari situ kita harapkan kalau sudah ketangkap kita akan ke sana (China). Karena kita akan buka lagi handphone daripada tersangka itu dan kita tahu siapa pemesan itu, siapa ownernya, baru kita akan tindak lanjuti kalau kita sudah dapat siapa tersangka di Indonesia," tambahnya.

Termasuk yang Taiwan itu, sambung Eko, akan menggali keterangan dari tersangka yang hasilnya akan kita sharing lagi kita akan mencari benang merahnya lagi, siapa tahu nanti akan berkembang ke negara mungkin Myanmar, Thailand, Malaysia.

(Baca Juga: Polri Sebut Tersangka 1,6 Ton Sabu Stres)

Kemudian pada minggu lalu, Australia Federal Police (AFP) atau kepolisian Australia juga.

"Nah pertemuan ini kita kemas dalam bentuk police to police karena mereka ingin suatu kerjasama kepolisian antar negara. Tapi, perlu digarisbawahi kita tidak memiliki hubungan diplomatik terhadap Taiwan, kita hanya memiliki hubungan dengan China," tukasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini