Fadli Zon Harap MK Ditangan Anwar Usman Bisa Lebih Adil

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 02 April 2018 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 02 337 1881173 fadli-zon-harap-mk-ditangan-anwar-usman-bisa-lebih-adil-Mwd2xdArVc.jpg Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (foto: Reza/Okezone)

JAKARTA - Hakim Konstitusi Anwar Usman didapuk menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Arief Hidayat. Anwar ditemani Aswanto sebagai Wakil Ketua. Keduanya akan memimpin MK untuk periode 2018-2020.

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah Anwar dan Aswanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon turut hadir menyaksikan momen bersejarah itu. Politikus Partai Gerindra itu berharap MK tidak dijadikan alat politik kekuasaan di bawah kepemimpinan mereka.

"Jangan sampai MK menjadi alat politik dari kepentingan kekuasaan atau penguasa. Harus betul-betul berpijak pada hukum, keadilan dan konstitusi kita," ujar Fadli saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Fadli menilai, Anwar Usman merupakan sosok yang tepat dalam memimpin lembaga penjaga konstitusi teraebut. Sebab, Anwar selama ini memiliki hubungan yang baik dengan parlemen maupun institusi negara lainnya. Karena itu, ia optimis MK di bawah kepemimpinan Anwar dapat menjadi lembaga yang berpihak pada keadilan.

"Kita berharap di bawah kepemimpinan beliau, MK menjadi lebih baik, adil, dan tidak berpihak pada kepentingan politik atau tunduk kepada kepentingan politik," jelas dia.

 (Baca juga: Anwar Usman, Guru Agama yang Menjadi "Wakil Tuhan" di Mahkamah Konstitusi)

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan optimis MK akan menjadi lembaga yang adil dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Apalagi, Zulhas, sapaan akrabnya, mengaku sangat mengenal sosok Anwar Usman. Tak tanggung-tanggung, Ketua Umum PAN itu juga menganggap Anwar sebagai kawan lama.

"Saya kenal betul, yakin beliau Insya Allah mampu melaksanakam tugas dengan baik. Kita berikan dukungan dan saya meyakini beliau mampu melaksanakan tugas," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, MK telah selesai menggelar Rapat Pleno Hakim (RPH) untuk memilih Ketua MK periode 2018-2020 menggantikan Arief Hidayat. Hasilnya, Anwar Usman terpilih menjadi Ketua dan Aswanto sebagai Wakil Ketua.

 (Baca juga: Wapres JK: Hakim MK Bukan Malaikat, tapi Kita Harap Lebih Baik)

Pemilihan Ketua MK diputuskan secara voting oleh sembilan hakim konstitusi. Perolehan suara Anwar Usman mengungguli Suhartoyo dalam bursa pemilihan. Sedangkan perolehan suara Aswanto mengungguli Saldi Isra.

Dengan terpilihnya pimpinan baru MK, maka jabatan Arief Hidayat secara otomatis digantikan Anwar. Arief tidak bisa lagi mengikuti pemilihan karena sudah dua kali menjadi Ketua, pada 2015 dan 2017. Hal ini sesuai ketentuan Pasal 4 Ayat 3a Undang-Undang MK dan Pasal 2 Ayat 6 PMK Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini