Hamdan Zoelva Anggap Duet Anwar Usman dan Aswanto Komposisi Bagus Memimpin MK

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 02 April 2018 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 02 337 1881161 hamdan-zoelva-anggap-duet-anwar-usman-dan-aswanto-komposisi-bagus-memimpin-mk-8WBStlvms4.jpg Anwar Usman dan Aswanto Pimpin MK (foto: Antara)

JAKARTA - Duet Anwar Usman dengan Aswanto dalam menahkodai Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sudah tepat. Pasalnya, keduanya tidak memiliki singgungan langsung dengan politik praktis.

Hal itu diungkapkan Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva, usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Anwar dan Usman sebagai Ketua dan Wakil Ketua MK di Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

(Baca Juga: Anwar Usman, Guru Agama yang Menjadi "Wakil Tuhan" di Mahkamah Konstitusi)

"Satu dari MA, satu akademisi. Ini komposisi yang bagus mempin MK. Hal yang terpenting kita harapkan tetap menjaga marwah dan kewibawaan MK. Independen, tidak memihak dan putusan-putusannya dihormati dengan baik," ujar dia kepada wartawan.

Anwar Usman Ketua MK Periode 2018-2020

Anwar Usman sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MK. Dia juga pernah menjadi Asisten Hakim Agung mulai dari 1997 hingga 2003. Sementara itu, Aswanto merupakan Guru Besar Ilmu Pidana Universitas Hasanuddin.

Ketua Umum Syarikat Islam (SI) itu berharap MK dapat menjadi pengayom di antara pihak-pihak yang berperkara. Apalagi, saat ini tahun politik sudah mulai. "Sekali lagi harapan saya di bawah bimbingan Ketua MK bisa mengatasi segala masalah yang mungkin nanti di bawa ke MK," jelas Hamdan.

Anwar Usman, kata Hamdan, merupakan sosok yang amat rendah hati dan tulus dalam melaksanakan tugasnya. Sejurus dengan itu, ia yakin Anwar dapat mengemban amanat menjaga konstitusi dengan baik. "Beliau orang yang baik, tawadhu, tulus. Saya kira itu modal yang penting," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, MK telah selesai menggelar Rapat Pleno Hakim (RPH) untuk memilih Ketua MK periode 2018-2020 menggantikan Arief Hidayat. Hasilnya, Anwar Usman terpilih menjadi Ketua dan Aswanto sebagai Wakil Ketua.

(Baca Juga: Aswanto Sah Jadi Wakil Ketua MK, Dampingi Anwar Usman)

Pemilihan Ketua MK diputuskan secara voting oleh sembilan hakim konstitusi. Perolehan suara Anwar Usman mengungguli Suhartoyo dalam bursa pemilihan. Sedangkan perolehan suara Aswanto mengungguli Saldi Isra.

Dengan terpilihnya pimpinan baru MK, maka jabatan Arief Hidayat secara otomatis digantikan Anwar. Arief tidak bisa lagi mengikuti pemilihan karena sudah dua kali menjadi Ketua, pada 2015 dan 2017. Hal ini sesuai ketentuan Pasal 4 Ayat 3a Undang-Undang MK dan Pasal 2 Ayat 6 PMK Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini