Delik RCTI Sengkarut Lahan Adat

Chyntia Sami Bhayangkara, Okezone · Minggu 01 April 2018 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 01 337 1880635 delik-rcti-sengkarut-lahan-adat-p7KiZ7Epwt.jpg Ilustrasi Lahan Sawit (foto: Antara)

BISNIS sawit telah lama menjadi komoditi yang menjanjikan keuntungan menggiurkan. Tak heran jika para investor sawit pun berlomba-lomba melakukan ekspansi usahanya dengan memperluas lahan-lahan sawitnya.

Akibat tingginya harga dan permintaan kelapa sawit, mendorong para investor berlomba-lomba meningkatkan produksinya. Ada dampak yang harus dipikirkan bersama dari perluasan perkebunan sawit ini. Tak jarang perluasan lahan sawit mengorbankan hutan maupun lahan-lahan adat.

Perampasan lahan milik masyarakat adat berujung konflik atau sengketa lahan, terjadi di Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah. Di sana telah terjadi insiden perusakan terhadap sejumlah situs budaya milik suku Dayak oleh puluhan petugas keamanan PT Mustika Sembuluh.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk mempertahankan lahan adat milik suku Dayak Damar. Komunikasi antara dua pihak juga sudah sering dilakukan, tapi penyelesaian tak kunjung datang. Perusakan situs budaya suku Dayak Damar tentu tak dapat dibenarkan.

Patung dan topeng bukung yang dirusak merupakan simbol penting yang digunakan dalam upacara pemakaman suku Dayak Kaharingan yakni Tiwah. Selama ini warga pondok Damar telah lama menuntut penyelesaian kepada pihak PT Mustika Sembuluh atas hak-hak lahan mereka yang dirampas secara sepihak.

Padahal keberadaan masyarakat adat menjadi yang terdepan dalam identitas daerah. Namun seringkali terabaikan saat menuntut hak mereka. Data Konsorsium Pembaruan Agraria, KPA, mencatat, sepanjang 2017 terdapat 689 konflik agraria yang terjadi di seluruh Indonesia.

Di mana, konflik lahan rata-rata didominasi oleh konflik perusahaan dengan warga, yakni sebesar 289 kasus. Dari semua sector, perkebunan menempati posisi pertama yakni sebanyak 208 konflik. Akibat konflik agraria yang berkepanjangan sebanyak 739 desa terancam hilang.

Data lain dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat, hingga 2017 total luas lahan perkebunan sawit nasional sudah mencapai 12,30 juta hektar dengan jumlah produksi sebesar 35,35 juta ton. Perluasan ini pun terus berlanjut hingga saat ini.

Sementara data Sawit Watch menyebut pada 2015 terjadi alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit melalui proses penggundulan hutan dengan total luasan mencapai 6.6 juta hektar. Ini adalah salah satu faktor doforestasi yang hingga kini sadar atau tidak menggerus hutan kita.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini