nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makian 'Bangsat' Arteria Dahlan ke Kemenag Termasuk Ujaran Kebencian

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 01 April 2018 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 01 337 1880570 makian-bangsat-arteria-dahlan-ke-kemenag-termasuk-ujaran-kebencian-ez0Z9OGa9s.jpg Anggota komisi III DPR RI Arteria Dahlan (Foto: Sindo)

JAKARTA - Makian "Bangsat" Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan kepada Kemenag saat rapat kerja dengan Kementerian Agama terkati masalah biro perjalanan umroh, menurut Pengamat Politik dari Perhimpunan Masyarakat Madani PRIMA Syaroni, bisa dikategorikan sebagai ujaran kebencian.

"Kata bangsat sejatinya termasuk ujaran kebencian. Tapi karena kata tersebut keluar dari anggota DPR maka ada hak imunitas bagi pengucapnya. Maka untuk menilainya perlu ada sidang MKD dan untuk sampai ke sana harus ada yg melaporkannya," ujar Syahroni kepada Okezone, Minggu (1/4/2018).

 (Baca juga: Menag soal Makian 'Bangsat' Politikus PDIP Arteria Dahlan: Biar Rakyat Menilai)

Ia menjelaskan, selain diksi atau pilihan kata yang disoroti, agar imbang, perlu juga menyoroti substansinya, yaitu mengenai kinerja Kemenag diduga sangat mengecewakan rakyat. Di mana kasus yang disoroti adalah tentang maraknya penipuan umroh berkedok biaya murah seperti kasus first travel.

"Sudah menjadi tugas kemenag untuk menindak agen umroh nakal dan sekaligus memberikan edukasi dan informasi yang akurat tentang identitas agen umroh kredibel," ungkapnya.

Namun, lanjut dia, yang terjadi adalah, sebagaimana dijelaskan oleh Arteria Dahlan pada rapat itu, munculnya arogansi pejabat kemenag yang menyalahkan rakyat karena memilih menggunakan agen umroh murah.

"Bila yang dituduhkan oleh Arteria Dahlan benar adanya, maka Kemenag perlu instropeksi diri, karena tidak layak pejabat negara yg seharusnya melindungi rakyat ternyata bertindak menyalahkan rakyat," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa Menteri Agama Lukman Hakim perlu memberhentikan pejabat tersebut. Karena statemen menyalahkan rakyat kecil sangat tidak layak keluar dari mulut pejabat.

Dimana sangat dimaklumi jika rakyat kecil mencari agen umroh yg menawarkan harga murah. Umroh bagi rakyat kecil adalah ibadah yang paripurna, dimana untuk bisa melaksanakannya rela menabung sedikit demi sedikit.

"Maka kita sangat sedih rasanya bila hasil tabungan tersebut lenyap karena tertipu agen nakal. Dan lebih sakit lagi bila ada pejabat yang menyalahkannya," tegasnya.

Hingga kini, lanjut dia, sudah ada ratusan ribu korban penipuan agen umroh nakal. Mestinya tugas pemerintah bertindak preventif dengan menutup agen-agen yang diduga nakal.

"Selama ini pemerintah terkesan diam saja, bahkan di first travel misalnya, ada 58.000 jamaah yang gagal berangkat. Itu artinya pemerintah tidak bergerak pro aktif sehingga kasus tersebut menimbulkan banyak korban," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini