Ini 6 Informasi Hoax yang Fenomenal hingga Telan Korban Jiwa

Chyntia Sami Bhayangkara, Okezone · Rabu 28 Maret 2018 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 337 1879324 ini-6-informasi-hoax-yang-fenomenal-hingga-telan-korban-jiwa-h4I9jd3W5d.jpg Illustrasi Hoax (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Fenomena penyebaran kabar hoax alias berita bohong belakangan ini memang santer menjadi perbincangan publik. Penyebarannya yang kian tak terbendung lagi pun kerap kali menelan korban.

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang terjebak dalam pusaran berita hoax yang menyesatkan. Siapa pembuatnya pun tidak jelas, sumber darimana berita tersebut berasal pun seringkali tidak diketahui. Namun, penyebarannya yang begitu cepat kerap kali membuat sejumlah orang awam mempercayainya dengan mudah.

Bahkan tak sedikit pula kabar hoax tersebut mengakibatkan nyawa seorang manusia melayang akibat berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tersebut.

Berikut Okezone merangkum 6 informasi hoax paling fenomenal yang sampai berujung menelan korban jiwa.

1. Penyerangan Ulama

Baru-baru ini publik dibuat resah dengan beredarnya isu penyerangan ulama yang dilakukan oleh orang gila. Akibatnya, sejumlah wilayah pun melakukan razia terhadap orang gila guna meminimalisir adanya serangan yang dikabarkan menyasar kepada ulama.

Kepala Satgas Nusantara, Irjen Gatot Pramono Eddy mengatakan, setidaknya ada 45 berita penyerangan terhadap ulama selama kurun waktu Februari 2018. Namun, dari puluhan berita hoax tersebut, hanya ada 3 berita yang benar-benar terjadi. Selebihnya adalah berita hoax yang memang diproduksi oleh Muslim Cyber Army (MCA) dan Saracen.

Sejumlah pengamat menyebutkan bahwa dugaan kuat para oknum tidak bertanggung jawab tersebut memproduksi berita hoax adalah untuk memecah belah bangsa. Presiden RI Joko Widodo pun menegaskan bahwa tindakan penyebaran kebencian maupun berita hoax berpotensi untuk menciptakan disintehrasi bangsa.

"Kalau isu itu diteruskan bisa menimbulkan perpecahan. Hati-hati," kata Jokowi.

 

2. Garam Campur Kaca

Para kaum ibu pun sempat dibuat geger dengan beredarnya kabar penjualan garam yang bercampur dengan serpihan kaca. Sebagian orang yang mendapatkan kabar itu menduga, mahalnya harga garam membuat penjual tega mencampurkannya dengan kaca, dan menjualnya ke masyarakat.

Akibat kabar hoax tersebut, sejumlah produsen garam di beberapa wilayah di Indonesia pun mengalami kerugian yang cukup besar. Penjualan produk garam yang dihasilkannya pun sempat menurun drastis.

Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh BPOM menunjukkan bahwa semua garam yang diduga tercampur dengan serpihan kaca dapat larut di dalam air.

3. FPI Bakar Ormas GMBI

 

Pada awal Januari 2018, sekelompok orang yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam (FPI) melakukan penyerangan dan membakar markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bogor.

Menurut sejumlah saksi mata, penyerangan tersebut dilakukan oleh anggota FPI yang berjumlah sekitar 150 orang. Alasan penyerangannya pun dipicu dari kabar hoax yang didapat para anggota FPI dari media sosial bahwa ada salah satu anggota FPI yang ditusuk oleh anggota GMPI.

Akibat penyerangan tersebut, satu markas GMBI serta sebuah rumah hangus terbakar. Kerugian yang ditimbulkan pun mencapai ratusan juta rupiah.

 

4. Telur Palsu

Telur merupakan salah satu makanan berprotein tinggi dan paling banyak dicari oleh masyarakat. Namun belakangan ini, masyarakat dibuat resah dengan beredarnya isu soal peredaran telur palsu di beberapa pasar tradisional. Beredar pula di media sosial video viral yang memperlihatkan seorang pedagang membuktikasn telur palsu ke konsumennya di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian pun segera melakukan pengecekan di laboratorium. Hasilnya, telur-telur tersebut tidak palsu dan memang aman untuk dikonsumsi. Hingga kini, pihak kepolisian pun masih menyelidiki terkait motif orang yang membuat video viral telur palsu tersebut.

5. Ojek Online versus Angkot

Pada Rabu, 8 Maret 2017 sore ribuan ojek online se-Jabodetabek melakukan aksi sweeping terhadap angkutan perkotaan (angkot) di wilayah Kota Tangerang. Setiap angkot yang melintas di kawasasn Kota Tangerang dicegat dan dirusak oleh para driver ojek online. Akibatnya puluhan mobil angkot mengalami kerusakan parah.

Penyerangan tersebut berawal adanya aksi aniaya yang dilakukan oleh sejumlah supir angkot terhadap driver ojek online. Mereka yang tak terima pun melakukan balas dendam dengan merusak angkot di Kota Tangerang.

Sekitar Rabu dini hari, Organda Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang dan Dishub JKota Tangerang melakukan mediasi dan sepakat untuk tidak melanjutkan aksi balas dendam. Pada Kamis, 9 Maret 2017 kembali beredar isu bahwa supir angkot akan kembali melakukan aksi sweeping dalam jumlah besar.

Suasana Kota Tangerang pun mendadak mencekam, angkot dan ojek online tidak tampak beredar di wilayah Kota Tangerang.Namun, isu yang beredar tersebut tidak terbukti, situasi berangsur aman dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

6. Orang Gila Culik Anak

Orang gila kembali menjadi target sasaran penyebaran isu hoax. Masyarakat dibuat resah dengan beredarnya isu penculikan anak yang dilakukan oleh orang gila. Awalnya orang gila tersebut mengajak bermain anak-anak, namun secara tiba-tiba anak-anak yang berada didekatnya digendong dan dibawa kabur.

Akibat dari beredarnya info hoax tersebut, orang gila pun menjadi target kemarahan warga. Salah satunya terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Seorang pria paruh baya harus kehilangan nyawa lantaran diduga akan menculik seorang anak.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak termakan isu dan resah terhadap maraknya kabar penculikan anak dan penjualan organ tubuh di media sosial. Tetap tingkatkan kewaspadaan tetapi tidak over reaktif dan panik.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini