KPK Belum Temukan Tersangka E-KTP Lain Dari Nyanyian Setya Novanto

Badriyanto, Okezone · Senin 26 Maret 2018 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 337 1877892 kpk-belum-temukan-tersangka-e-ktp-lain-dari-nyanyian-setya-novanto-CiDFphDo5q.jpg Ketua KPK Agus Raharjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memastikan, pihaknya belum menemukan bukti kuat yang dapat menjerat tersangka lain, yang berasal dari nyanyian terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

"Belum, belum (mengarah ke tersangka lain)," kata Agus usai menghadiri peresmian Samsat Digital dan Pembayaran Non Tunai di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Meski begitu, Agus mengaku akan mencari bukti-bukti lain yang dapat menguatkan nyanyian Setya Novanto tersebut. Menurutnya, penyidik KPK tidak bisa menjerat seseorang hanya berdasarkan nyanyian Setya Novanto, apalagi yang bersangkutan masih belum sepenuhnya mengakui kesalahannya.

"Itu kan baru omongan, jadi kita cari fakta yang lainlah. Kita kan enggak bertindak, enggak bisa bertindak hanya berdasarkan omongan kan," terang Agus.

Sebelumnya, pada Kamis 22 Maret kemari di saat menjalani sidang lanjutan di Tipikor Jakarta, mantan Ketua DPR RI itu menyebut ada aliran dana e-KTP kepada sejumlah nama senilai 500 dolar AS ke sejumlah anggota DPR yang kini menduduki jabatan strategis.

Diantaranya, ada tiga politisi PDI Perjuangan, yakni Ganjar Pranowo yang saat ini sebagai Cagub Jawa Tengah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang saat itu sebagai ketua fraksi PDI Perjuangan, kemudian Sekretaris Kabinet Promono Anung.

Tidak hanya itu, Setya Novanto juga menyebutkan ada dana yang mengucur untuk pembiayaan Rapimnas Partai Golkar pada Juni 2012 silam, meski telah dibantah oleh Idrus Marham yang saat itu sebagai Sekjend Golkar. Informasi itu, kata Setnov didapatkan dari keponakannya sendiri Irvanto Hendra Pambudi.

Setya Novanto memaparkan, pada 2012 lalu Irvanto memang sempat berkontribusi dalam Rapimnas Partai Golkar. Menurutnya, saat itu memang ada kekurangan uang yang sisanya belum dibayarkan.

Setya Novanto menyatakan, saat itu Irvanto sempat menyampaikan kepadanya jika kekurangan uang untuk Rapimnas telah dibayarkan oleh Irvanto. Awalnya, Setnov menduga uang tersebut hasil kerja Irvanto bersama pengusaha pelaksana proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini